Jabar Siaga Bencana

Budi Mulia
15/11/2016 04:01
Jabar Siaga Bencana
(ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan memberlakukan status siaga bencana di seluruh wilayah provinsi itu.

Status siaga bencana tersebut menyusul meningkatnya intensitas hujan belakang ini yang menyebabkan banjir di sejumlah kabupaten/kota di wilayah Jabar.

"Kita sudah menandatangani status siaga bencana dimulai sekarang sampai April 2017," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, kemarin.

Dengan adanya status siaga bencana itu, Aher meminta seluruh elemen di Jabar baik instansi maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan tiba.

Ia meminta petugas dan masyarakat siap menghadapi bencana.

Obat-obatan dan alat berat harus disiapkan agar saat terjadi bencana lebih cepat ditangani.

Aher mengakui bencana yang terjadi di wilayahnya merupakan ulah manusia.

Ia meminta seluruh unsur pemerintah mengevaluasi kinerja selama ini.

"Bencana tidak muncul tiba-tiba, melainkan dampak dari pembangunan selama ini," ujarnya.

Sebaliknya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Kang Emil menyatakan pihaknya belum menetapkan status siaga bencana di wilayahnya meski sejumlah kecamatan di kota itu terendam banjir.

"Enggak ada kajian itu. Disebut krisis (siaga) kalau ada pengungsi. Ini masih bisa dengan peringatan," ujar Kang Emil di Gedung DPRD Bandung.

Ia meminta masyarakat memaklumi terjadinya banjir karena intensitas hujan tiga kali lipat dari normal.

Rencana jangka pendeknya, menurut Kang Emil, ialah mencegah banjir dengan memperbarui gorong-gorong. Pemkot Bandung juga akan memperbanyak sumur resapan dan tol air.

Untuk jangka menengah akan dibuat danau retensi di beberapa lokasi.

"Di Babakan Jeruk, Sirnaraga, Gedebage, Ujungberung. Air yang melimpah bisa diparkir dulu di danau retensi," ujarnya.

Dari Purwakarta, Bupati Dedi Mulyadi mendesak Pemprov Jabar untuk mengevaluasi rencana tata ruang dan wilayah se-kabupaten/kota di Jabar.

"Saya kira pemprov harus segera mengevaluasi tata ruang seluruh kabupaten/kota di Jabar," kata Dedi saat memantau kondisi Sungai Citarum di Desa Cikao, Kabupaten Bandung, kemarin.

Belum surut

Hingga kemarin, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Di Kabupaten Bandung, tiga kecamatan yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah masih terendam banjir dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

Banjir Bandung Raya kali ini menyebabkan jalur nasional peng-hubung Kota Bandung dengan sejumlah kabupaten tepatnya di Jalan Raya Rancaekek, perbatasan Kabupaten Bandung dan Sumedang, terendam air setinggi 30 cm.

Kemudian di Karawang, ribuan warga terpaksa mengungsi setelah Sungai Citarum meluap dan merendam ribuan rumah pada Senin (14/11) dini hari.

Saat ini Perum Jasa Tirta (PJT) II memasang 50 alat di sejumlah titik untuk mengontrol debit air yang masuk ke sungai-sungai di Jabar.

Itu dilakukan menyusul ketinggian muka air di Waduk Jatiluhur yang di atas normal.

Banjir juga melanda Kabupaten Lumajang dan Lamongan di Jawa Timur, Provinsi Jambi, dan Pasaman Barat di Sumatra Barat.

Dari Bangka Belitung, Basarnas Kota Pangkalpinang telah menyiagakan personel di tiga titik rawan banjir.

(Tim/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya