Tanah Ambles Gerus Jalan Nasional

LD/DG/TS/N-2
14/11/2016 03:51
Tanah Ambles Gerus Jalan Nasional
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

JALAN nasional di jalur selatan Jawa Tengah terancam putus.

Setengah badan jalan sepanjang 100 meter di Desa Kedunggede, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, ambles, kemarin.

Di jalur utama penghubung Bandung-Yogyakarta, itu, kendaraan harus ekstra hati-hati dan bergantian.

"Beberapa hari lalu, jalan hanya ambles sedikit. Namun, karena terus diguyur hujan lebat, ambles mencapai setengah badan jalan," kata Teguh, 31, warga.

Petugas Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, sudah memasang tiang pancang di lokasi.

"Ada 108 pancang beton yang dipasang sehingga jalan ambles tidak semakin parah," kata Kodir, petugas.

Di Banjarnegara, tanah bergerak mengharuskan 39 warga Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa mengungsi.

Ada 13 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana itu.

"Kondisi rumah mereka berbahaya, apalagi jika hujan turun," papar Kepala Plh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Catur Subandrio.

Tanah longsor juga membuat jalan penghubung antara Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Jawa Barat, putus.

Lokasi tanah longsor berada di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Karamat, Desa Cikahuripan, Lembang. Bukit setinggi 50 meter runtuh dan menimpa badan jalan selebar 15 meter.

"Tanah longsor juga mengikis badan jalan. Kami juga menemukan adanya retakan di jalan sepanjang 50 meter yang rawan menimbulkan longsor," kata Kepala Polsek Lembang, Komisaris Widarjo.

Sebanyak 35 warga dari 11 keluarga di Desa Kalirejo, Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi karena khawatir rumah mereka tertimpa tanah longsor.

"Potensi longsor sangat tinggi sehingga warga memilih mengungsi. Di perbukitan sudah terlihat adanya retakan tanah di sejumlah titik," kata Sekretaris Desa Kalirejo, Solikhin.

Kemarin, tanah retak sepanjang 20 meter juga muncul di jalan penghubung Magelang-Purworejo, di Desa Margoyoso, Magelang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya