Cuaca Buruk, Bandara Lumpuh

FD/SS/YK/AU/BB/LD/MY/N-2
08/11/2016 00:51
Cuaca Buruk, Bandara Lumpuh
(ANTARA/Oky Lukmansyah)

CUACA buruk terjadi di daratan dan perairan, kemarin.

Di Bener Meriah, Aceh, hujan deras dan kabut pekat membuat dua pesawat batal mendarat di Bandara Rembele, kemarin.

Kedua pesawat itu ditumpangi Plt Gubernur Aceh Soedarmo dan rombongan serta seorang dirjen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pesawat yang membawa Soedarmo harus kembali ke Banda Aceh setelah beberapa kali berputar di atas Lhokseumawe dan Subulussalam.

"Acara gubernur meresmikan dan melakukan serah terima paket rekonstruksi jalan nasional lintas tengah Aceh dibatalkan," kata Humas Bandara Rembele Iwan Mulia.

Pesawat Air Asia yang berangkat dari Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, juga tidak bisa mendarat.

Pesawat yang membawa 72 orang, di antaranya Dirjen Bina Marga dan rombongan Kedutaan Jepang di Jakarta, harus kembali ke Kualanamu.

Cuaca buruk juga membuat 84 penumpang yang akan terbang dari Rembele ke Kualanamu batal berangkat.

Sementara itu, banjir yang menggenangi jalur trans-Kalimantan di wilayah Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, menyebabkan akses jalan di enam kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah tersendat.

Wilayah yang terkena dampak ialah Kota Palangkaraya, Gunung Mas, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya.

Banjir sedalam 1 meter itu terjadi akibat luapan Sungai Kahayan. Lokasi bencana sudah direndam air sejak empat hari lalu.

Genangan air menyebabkan para pengendara sepeda motor harus rela merogoh dana untuk menyeberang dengan perahu.

Sementara itu, pengemudi mobil, meski masih bisa menerabas jalan, mereka harus bergiliran karena hanya ada satu jalur yang aman.

"Area ini rutin tergenang banjir jika hujan deras datang. Pemerintah selalu melakukan penimbunan untuk meninggikan badan jalan, tapi nyatanya tidak berdampak banyak," kata Wahono, sopir truk di lokasi banjir.

Hujan deras dikhawatirkan menyebabkan tanah longsor di ruas Jalan Calang-Banda Aceh, di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.

"Hujan deras masih terus mengguyur wilayah ini. Di sejumlah titik ruas Jalan Calang-Banda Aceh di wilayah Kecamatan Sampoiniet rawan tanah longsor," kata Camat Sampoiniet, Taufik.

Bencana lain berupa angin kencang membuat 55 rumah di Dusun Sugihan, Desa Pugoh, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, rusak.

Dari 50 rumah, 10 di antaranya rusak berat.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Tim reaksi cepat sudah turun untuk membantu warga," papar Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono.

Di sejumlah daerah, BPBD terus meningkatkan kewaspadaan kejadian bencana.

BPBD Gunungkidul, DI Yogyakarta, mendirikan delapan posko di tujuh kecamatan.

Sementara itu, BPBD Kota Sukabumi, Jawa Barat, berharap bisa memiliki alat berat sendiri guna menanggulangi bencana tanah longsor.

Di perairan, gelombang tinggi dilaporkan masih terjadi di Samudra Hindia Jawa Tengah dan Bengkulu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya