Warga Tolak Aksi Perambahan Hutan

SL/CS/N-2
08/11/2016 00:31
Warga Tolak Aksi Perambahan Hutan
(ANTARA/Iggoy el Fitra)

PENOLAKAN terhadap aksi perambahan hutan mulai berkembang di masyarakat.

Di Jambi, ratusan warga menentang perambahan liar yang menyasar hutan di Kecamatan Jangkat dan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin.

Kemarin, warga mengangkat senjata untuk menghadang para perambah di perbatasan kedua kecamatan.

Aksi itu dilakukan setelah beberapa hari sebelumnya sekelompok perambah datang dan lolos memasuki kawasan hutan di zona penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat.

Kebanyakan warga tercatat sebagai penduduk Desa Renah Alai, Jangkat, sedangkan perambah diduga berasal dari Bengkulu dan Sumatra Selatan.

"Untuk mencegah bentrokan yang berdampak buruk, kami sudah mengerahkan personel untuk mendinginkan situasi. Sampai sore, kondisi relatif terkendali," papar Kapolres Merangin, AKB Munggaran Kartayuga.

Di Karawang, Jawa Barat, warga mengkhawatirkan pembuangan limbah industri dari Purwakarta dan Subang ke aliran Sungai Ciherang dan Cilamaya.

Penyebabnya, air dari kedua sungai itu digunakan untuk mengaliri sawah melalui irigasi Barugbug.

"Jika kandungan limbah banyak mengandung logam berat, kualitas beras dari persawahan yang ada di sana akan terpengaruh. Kami khawatir beras yang dihasilkan mengandung racun," kata Kepala Dinas Pertanian Karawang, Kadarisman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya