Fokus pada Penegakan Hukum

Abdus Syukur
04/11/2016 03:11
Fokus pada Penegakan Hukum
(ANTARA/Rahmad)

UNJUK rasa sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Jakarta hari ini diminta untuk tetap fokus pada penegakan hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Jangan sampai itu ditunggangi kepentingan kelompok tertentu.

Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Ahmad Zaini menegaskan aksi 4 November yang digagas Front Pembela Islam (FPI) itu sedari awal hanya bertujuan membela kepentingan Islam.

"Kami minta agar demo itu fokus pada upaya penegakan hukum. Jangan sampai demo nggeladrah (bias) ke mana-mana," seru pengasuh Pesantren Al Ihlas Wonorejo itu saat ditemui di Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.

Di Yogyakarta, mantan Panglima Laskar Jihad Ustaz Ja'far Umar Thalib mengajak seluruh umat Islam tidak melakukan aksi anarkistis.

Pesan sama juga diberikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Jawa Barat, Achmad Fahmi dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Saya minta jaga kesantunan. Islam itu agama yang santun. Kita tunjukkan umat Islam Kota Sukabumi itu paling santun," imbau Fahmi saat aksi damai di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, kemarin.

Hingga kemarin, ribuan orang dari sejumlah daerah terus bergerak menuju Jakarta. Sekitar 1.000 orang terdeteksi berangkat menuju Jakarta dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Bukan hanya dari Lampung, karena Lampung ini lintasan, kami sudah monitor sejak tadi malam dari Sumsel, Sumbar juga lewat," kata Kapolda Lampung Brigjen Sudjarno.

Sedikitnya 600 warga Solo dan 200 warga Bali dipastikan bergabung dalam aksi 4 November di Jakarta.

Ribuan warga Jatim yang tergabung dalam 70 ormas Islam telah diberangkatkan ke Jakarta.

Keberangkatan puluhan anggota FPI dan GPK dari Temanggung, Jateng, dilakukan bertahap dengan pengawalan dari polres dan Kodim 0706 Temanggung.

"Pengawalan dilakukan secara estafet agar situasi kondusif. Kami hanya mengawal sampai perbatasan dengan Kabupaten Kendal karena mereka akan lewat sana," ujar Kapolres Temanggung AKB Wahyu Wim Hardjanto.

Upaya mengawal pengunjuk rasa juga dilakukan Polda Jabar.

"Setiap bus yang berangkat ke Jakarta akan kita layani dan kita kawal sampai ke perbatasan. Kalau perlu sampai ke lokasi tempat beliau-beliau ini mau berunjuk rasa atau berkumpul di Jakarta," kata Kapolda Jabar Irjen Bambang Waskito, seusai menghadiri apel siaga kebangsaan, di Gedung Sate, Kota Bandung.

Polda Jabar mengerahkan 1.500 personel gabungan dari Polda Jabar, TNI, Satpol PP, dan instansi lainnya untuk mengamankan jalur keberangkatan pengunjuk rasa. "Ada pengawalan untuk setiap bus," kata dia.

Jateng siaga 1

Saat memimpin apel siaga di Polda Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyatakan, dalam menghadapi aksi 4 November, pihaknya telah menetapkan siaga satu mulai kemarin hingga Sabtu (5/11).

Ada enam daerah di Jawa Tengah yang mendapat perhatian khusus kepolisian, yakni Solo, Karanganyar, Pekalongan, Pati, Magelang, dan Semarang.

"Penanganan persuasif, tidak pakai peluru tajam," ucapnya.

Sebanyak 1.091 petugas gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP disiagakan untuk amankan pelintasan menuju Jakarta di wilayah Karawang, Jabar, seperti rest area tol Jakarta-Cikampek, terminal, stasiun, dan sejumlah perbatasan.

(AU/EP/YH/WJ/FL/HT/DY/BU/BB/TS/JI/DG/OL/DW/HS/CS/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya