Bus Massa FPI Solo Kecelakaan di Cipali

RZ/LN/TB/JS/SL/UL/YK/DY/AT/N-4
04/11/2016 03:01
Bus Massa FPI Solo Kecelakaan di Cipali
(Ilustrasi/antaranews.com)

SEBUAH bus berisi sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) asal Solo, Jateng, mengalami kecelakaan di Km 115 Tol Cipali, Subang, Jawa Barat, kemarin, dalam perjalanannya ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi 4 November.

Dalam peristiwa ini, dua dinyatakan tewas dan belasan lainnya luka-luka. Sarjono, 47, warga Sawon, Bantul, Yogyakarta yang juga kondektur bus tewas di lokasi kejadian dan Cipto, 63, warga Sukoharjo meninggal dunia saat dirawat di RS Cideres, Majalengka.

Kecelakaan terjadi ketika bus pariwisata Efisiensi dari Solo menuju Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi.

Diduga pengemudi bus mengantuk sehingga bus menabrak truk bermuatan pasir di depannya.

"Dari keterangan saksi diduga pengemudi bus mengantuk," kata Ajun Komisaris Sujana, Kasat Lantas Polres Subang.

Saat ini delapan korban yang menderita luka berat dievakuasi dan mendapat perawatan di RS di Majalengka.

Korban tewas dibawa ke rumah sakit Ciereng, Subang.

Tak hanya di Jakarta, unjuk rasa 4 November terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok juga akan berlangsung di daerah.

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, aksi akan diikuti sedikitnya 3.000 demonstran sebagai wujud solidaritas kaum muslim.

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengaku telah berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi benturan.

Polda Sulteng menyiapkan 703 personel untuk pengamanan unjuk rasa Forum Umat Islam (FUI) Palu di tiga titik.

Sebagai back up Polres Palu, Polda Sulteng menetapkan siaga satu mulai Jumat (4/11) pukul 00.00 Wita.

Sementara itu, Polres Klaten, Jateng, mengerahkan sekitar 300 personel untuk pengamanan aksi 4 November di Klaten. Aksi serupa juga dilakukan di Provinsi Jambi.

Kepala Polda Kalsel, Brigjen Erwin Triwanto, mengatakan ratusan warga dari berbagai elemen akan melakukan unjuk rasa damai di depan Kantor Polda Kalsel, hari ini.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) membantah keterlibatan kampus dalam aksi 4 November di Jakarta, menyusul beredarnya poster 'Aksi Penjarakan Ahok' dengan logo UGM yang digalang Koordinator Nasional Alumni Dakwah Kampus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya