Banjir masih Kepung Bandung Selatan

Eriez M Rizal
02/11/2016 18:50
Banjir masih Kepung Bandung Selatan
(ANTARA)

BANJIR akibat meluapnya Sungai Citarum, hingga Rabu (2/11) petang, masih menggenangi ribuan rumah dan fasilitas umum di belasan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung.

Tiga kecamatan yang masih dikepung genangan banjir setinggi 150 cm hingga 160 cm itu ialah Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Lebih dari 2.200 kepala keluarga diungsikan ke lokasi lebih aman karena banjir diperkirakan masih akan terjadi menyusul hujan deras yang terus mengguyur Bandung selatan.

Selain pemukiman penduduk, fasilitas publik seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Andir 1 Baleendah pun terendam banjir. Kegiatan belajar mengajar di sekolah itu terpaksa dialihkan ke GOR Asrama Sanggar Kegiatan Belajar.

Kepala Sekolah SDN 1 Andir, Ade Supriyadi mengatakan, sejak Rabu (26/10) lalu, ketinggian air yang menggenangi sekolah tersebut antara 150 cm hingga 160 cm. Ia berharap agar banjir bisa surut agar siswa bisa kembali belajar normal di sekolah.

Berdasarkan pantauan, para siswa belajar di beberapa ruang di asrama SKB. Tidak ada kursi, meja belajar atau papan tulis. Mereka belajar lesehan dan duduk melantai berdesak-desakan.

"KBM masih tetap berjalan seperti biasa. Ke depan diharapkan ada perubahan, agar anak tidak belajar di pengungsian," katanya.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar menilai penanganan masalah yang dilakukan Pemkab Bandung, Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat masih bersifat dari atas ke bawah, dengan memaksakan berbagai program tanpa melibatkan atau melihat kebutuhan masyarakat setempat.

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan mengatakan, banjir di cekungan Bandung termasuk Bandung Selatan sudah terjadi kurang lebih 25 tahun. Selama itu pula terjadi saling tuding dan lempar tanggung jawab oleh Pemkab Bandung, Pemprov Jabar, maupun Pusat.

"Cekungan Bandung ini sudah sangat parah kondisinya. Sayangnya berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dari mulai daerah hingga pusat hanya sebatas proyek yang sebenarnya tidak menyentuh akar permasalahan. Maka tak heran kerusakan lingkungan semakin parah dan banjir juga terus meluas," ujarnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya