Infrastruktur Pertanian di Cilacap Dikebut

Liliek Darmawan
02/11/2016 16:48
Infrastruktur Pertanian di Cilacap Dikebut
(LILIEK DHARMAWAN)

PEMBANGUNAN infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian di Cilacap, Jawa Tengah terus dikebut. Ada empat paket kegiatan yang kini tengah dirampungkan di sejumlah kecamatan di Cilacap, yaitu dua embung dan dua long storage.

Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Balai Pengelola Sumberdaya Air (PSDA) Serayu Citanduy Arief Sugiarto, menjelaskan embung adalah tempat untuk menampung air pada saat musim penghujan dan airnya dapat dipakai untuk mengaliri sawah pada musim kemarau. Sedangkan long storage adalah bendungan di sungai yang tujuannya sama dengan embung.

"Rata-rata luasan embung dan long storage sekitar 1 hektare. Kalau kedalaman mencapai sekitar 4 meter, maka dapat mengairi sekitar 20-30 hektare sawah," ujarnya.

Proyek tersebut, merupakan bagian dari pembangunan embung dan waduk oleh Pemprov Jateng. Salah satu tujuannya ialah menjadikan embung dan long storage mampu mencukupi kebutuhan air untuk areal persawahan pada saat kemarau.

"Dengan demikian, pada musim kemarau sawah yang sebelumnya kekurangan air bisa produktif setelah adanya embung atau long storage," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinpertannak) Cilacap Gunawan mengatakan pihaknya juga akan terus menambah infrastruktur pertanian sehingga produksi padi terus meningkat.

Untuk tahun ini saja, produksi pangan di Cilacap diperkirakan mencapai 888 ribu ton lebih gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 557 ribu ton lebih beras. Konsumsi masyarakat di Cilacap mencapai 164 ribu ton lebih, sehingga masih surplus 393 ribu ton lebih. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya