Lembang pun Diterjang Banjir

Depi Gunawan
31/10/2016 05:15
Lembang pun Diterjang Banjir
(MI/Depi Gunawan)

GUYURAN hujan deras, Senin (31/10) sore, membuat sejumlah wilayah di kawasan pegunungan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terendam banjir.

Kedalaman banjir mencapai 50 sentimeter bahkan terjadi di depan Pasar Panorama Lembang.

Selain jalan di depan pasar, sejumlah ruas jalan raya tidak luput dari terjangan banjir tersebut.

Diduga, banjir disebabkan saluran drainase tidak bisa menampung debit air hujan.

Limpahan air dari kawasan yang lebih tinggi di Jayagiri Lembang membuat Jalan Raya Lembang tak luput dari terjangan air.

"Selain guyuran hujan yang cukup lama, drainase yang diharapkan bisa mengalirkan air justru tidak berfungsi secara maksimal," kata warga Lembang, Bagja, 45.

Hujan deras di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, juga menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Warudoyong.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Bandung Joshua menyampaikan banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sudah berangsur surut dengan kedalaman air yang tersisa sekitar 30 sampai 100 cm.

Ia menuturkan, tim Basarnas dan petugas terkait sudah diterjunkan untuk membantu warga yang dilanda banjir sejak Sabtu (29/10).

"Jumlah total pengungsi di tiga kecamatan Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, 642 KK (kepala keluarga) atau 2.007 jiwa," ucapnya.

Petugas Truna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo hingga hari ke-enam banjir bandang masih bersiaga di sejumlah lokasi yang terkena dampak banjir di daerah tersebut.

Sucipto, petugas Tagana Provinsi Gorontalo, saat ditemui di Kecamatan Boliyohuto mengatakan, walaupun air sudah mulai surut, petugas gabungan tetap bersiaga.

Ia juga mengatakan sekitar 200 rumah masih terendam air di bantaran sungai di Kecamatan Tilango, Kecamatan Boliyohuto, Kecamatan Bilato, dan Kecamatan Telaga Jaya.

"Air di sejumlah lokasi sudah surut dan warga juga sudah mulai membersihkan rumah mereka," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Garut, Jawa Barat, Rudy Gunawan, mengancam akan membongkar bangunan yang melanggar aturan di Perbukitan Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jabar.

"Kalau mereka tidak bisa melakukan peraturan bupati, kami bongkar. Saya tidak takut," kata Rudy.

Ia mengungkapkan kawasan Darajat sedang dalam pembahasan Polda Jabar terkait dengan kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir, 20 September.


Puting beliung

Sebanyak 15 bangunan di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, rusak setelah dilanda angin puting beliung pada Minggu (30/10).

Camat Tiang Pumpung Kepungut Zainal menyebutkan ada 11 rumah yang rusak ringan, 3 unit rumah rusak berat, dan 1 masjid rusak berat.

"Kami sedang mengupayakan perbaikan bangunan," ucapnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Darsan menjelaskan BPBD telah menetapkan status siaga satu darurat bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. (BB/UL/YH/RF/DW/BU/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya