Pipa Gas PGN Direlokasi untuk Dukung Proyek LRT

(DW/WJ/LN/N-3)
01/11/2016 03:00
Pipa Gas PGN Direlokasi untuk Dukung Proyek LRT
(MI/DWI APRIANI)

PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk merelokasi ruas pipa gas bumi yang ada di Palembang, Sumatra Selatan. Tujuan relokasi tersebut untuk mendukung proyek pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang. "Beberapa ruas pipa gas bumi PGN harus dipindahkan karena digunakan untuk jalur LRT Palembang," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, Senin (31/10). Ruas pipa gas yang dipindah secara bertahap berlokasi di Simpang Jalan Anwar Sastro, Jalan Angkatan 45, dan Simpang Polda.

Setiap hari tim lapangan PGN berkoordinasi dengan tim lapangan PT Waskita, untuk memastikan letak pipa gas bumi yang dapat diamankan dan bisa secara paralel dengan pembangunan LRT. "Terutama untuk konstruksi bore pile maupun pile cap. Ditargetkan seluruh pekerjaan akan selesai dalam satu hingga dua hari ini. Setelah itu, PT Waskita bisa bekerja bebas dan mempercepat penyelesaian proyek LRT Palembang," kata Heri, Senin (31/10) Selain melakukan relokasi pipa gas, PGN saat ini sedang aktif memperluas infrastruktur jaringan pipa gas bumi di Palembang.

Dalam waktu dekat, 15 industri siap menikmati pasokan gas bumi dari PGN. Masih terkait dengan pembangunan infrastruktur, dari Jawa Tengah, Bupati Boyolali, Seno Samudera terpaksa menunda untuk mempertemukan calon investor bandara baru dari Tiongkok dengan Presiden Joko Widodo. Rencana pertemuan itu di sela-sela peringatan puncak Hari Pangan Sedunia ke-36 di Boyolali pada 29 Oktober lalu. "Pelik dan cukup mbulet. Salah satunya, Tiongkok sampai sekarang belum masuk ke dalam WTO, yang menjadi salah satu persyaratan harus dipenuhi. Masih butuh satu tahapan perundingan lagi, kalau memang memungkinkan. Yang jelas, maunya saya ya segera dapat (bertemu Presiden Jokowi)," ujar Seno secara khusus kepada Media Indonesia, kemarin.

Pada bagian lain, investasi penanaman modal dalam negeri pada triwulan ketiga tahun ini, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulawesi Selatan menurun jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Padahal, jumlah proyeknya meningkat. Pada triwulan tiga 2015, jumlah proyek penanaman modal dalam negeri hanya 15 dengan nilai investasi Rp2,06 triliun, sedangkan triwulan tiga pada tahun ini jumlah proyek yang digarap mencapai 44, dengan nilai investasi hanya Rp521,7 miliar. Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Investasi BKPMD Sulsel, Indiani Ismu, optimistis target realisasi investasi di Sulsel sebesar Rp8 triliun bisa tercapai, "Yakin tercapai," ujar Indiani.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya