Ketegangan di Manado hanya Salah Pengertian

Voucke Lontaan
27/10/2016 18:57
Ketegangan di Manado hanya Salah Pengertian
(Ilustrasi)

GARA-gara salah pengertian suasana aksi demonstrasi di Kampung Texas kawasan pasar 45 Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (26/10) kemarin sempat menegang.

Situasi kembali normal setelah aparat Kepolisian Resor Kota Manado berhasil menenangkan emosi warga yang menamakan diri ormas Makapetor, yang berunjuk rasa di kawasan yang direncanakan pemerintah kota setempat menjadi lokasi objek wisata religi tersebut.

"Waktu aksi demonstrasi kemarin sempat memanas, tapi sudah teratasi. Kini sudah aman dan terkendali. Tuntutan warga terkait belum adanya pembangunan wisata religi di lokasi terebut," kata Kapolres Manado Kombes Pol Hisar Siallagan, kepada wartawan, Kamis (27/10).

Sebelumnya memang sempat beredar isu yang menyesatkan perihal aksi unjuk rasa tersebut. Firdaus, seorang warga yang bermukim di kawasan itu menjelaskan bahwa di lokasi tersebut berdiri megah satu bangunan tempat ibadah masjid.

Saat aksi demonstrasi ormas Makapetor, suasana memanas karena warga setempat menyangka unjuk rasa itu untuk ditujukan untuk menggusur bangunan masjid. "Tapi ternyata maksudnya bukan seperti itu," kata Firdaus.

"Itu inti persoalannya, cuma salah paham saja. Karena salah pengertian sehingga suasana menjadi tegang. Warga setempat tidak mengizinkan ada pembongkaran tempat ibadah. Setelah dijelaskan, tujuannya bukan itu. Pendemo justru mempertanyakan kebijakan pemerintah yang membangun ruko tanpa izin warga sekitar."

Kombes Hisar menjelaskan kronoligis kejadian itu dimulai ketika ratusan anggota ormas Makapetor, Rabu (26/10), sekitar pukul 17.00 Wita, tumpah ruah menutupi akses jalan menuju jembatan Soekarno. Tuntutan mereka terkait belum adanya pembangunan 5 wisata religi di eks Kampung Texas Pasar 45 tersebut.

Pendemo melakukan aksi damai, semula terkonsentrasi di Lapangan Megamas, kemudian long march k earah eks Kampung Texas Pasar 45 dikawal oleh ratusan polisi dari Polresta Manado.

Dalam orasi, para pendemo mempertanyakan konsep Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang hinga kini belum juga membangun kawasan wisata religi seperti yang pernah direncanakan di kawasan tersebut.

Sembilan orang utusan demonstran kemudian ditunjuk melakukan mediasi yang dipimpin Kapolresta Manado. "Kami datang ke tempat ini ingin meminta kepada pemerintah Kota Manado agar segera membangun kawasan wisata religius di tempat ini," tegas Donny Lasut salah satu pendemo.

Para pendemo juga mempertanyakan kebijakan Wali Kota yang mengizinkan bangun rumah toko di kawasan itu.

Namun, kini situasi sudah aman dan warga beraktivitas seperti biasa. "Kesigapan dari anggota sangat menentukan. Masalah pembangunan kawasan wisata religi dan bangunan liar di eks Kampung Texas, kami serahkan ke Pemkot dan DPRD," pungkas Kapolres. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya