Gulaku Gelar Festival Jajanan Manis

EP/N-2
27/10/2016 02:35
Gulaku Gelar Festival Jajanan Manis
(MI/Eva Pardiana)

PENGANAN tradisional semakin tersisihkan oleh kehadiran makanan modern.

Karena itu, PT Sugar Group, produsen Gulaku, menggelar Festival Jajanan Manis di Bandar Lampung, kemarin.

"Butuh upaya semua pihak agar penganan tradisional dapat lestari. Gulaku berkomitmen turun melestarikannya," papar Fiter Cahyono, pemimpin Gulaku.

Lampung dipilih, lanjut dia, karena Gulaku lahir di provinsi itu dan dibesarkan sebagai gula rakyat.

Gulaku berasal dari perkebunan tebu di Tulang Bawang dan Lampung Tengah yang diproduksi menjadi gula terbaik dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Di sisi lain, festival digelar di Lampung karena daerah itu memiliki hasil pertanian berupa pisang dan jagung yang dapat diolah menjadi kue tradisional.

"Gulaku terus mengeksplorasi ragam kekayaan kue tradisional di daerah untuk diperkenalkan sebagai warisan berharga kepada seluruh masyarakat Indonesia. Di Lampung, kami akan perkenalkan kue benjak enjak," tambah Fiter.

Untuk menggelar festival itu, Gulaku merangkul PKK, Organisasi Dharma Wanita, dan Asosiasi Boga Lampung.

Dalam acara itu juga digelar demo masak dan lomba kreasi masakan dengan bahan baku hasil pangan Lampung.

Ketua Penggerak PKK Lampung, Aprilani Yustin Ridho Ficardo, mengakui jajanan tradisional makin ditinggalkan.

"Saat ngidam, saya minta ajudan untuk mencari combro atau cenil. Setelah keliling di Bandar Lampung, hasilnya nihil."

Ia menandaskan, lewat festival itu, warga disadarkan bahwa makanan khas daerah Lampung belum tergali maksimal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya