Ribuan Nelayan Sasak Berhenti Melaut

YH/HS/MY/LD/PO/YK/SL/LD/DW/RF/AD/N-4
27/10/2016 05:55
Ribuan Nelayan Sasak Berhenti Melaut
(ANTARA/Iggoy el Fitra)

RIBUAN nelayan dari ujung barat hingga timur Indonesia memutuskan berhenti melaut untuk sementara karena serangan badai dan gelombang tinggi hingga mencapai 5 meter.

"Tadi pagi saya coba ke laut, tapi belum sampai ke tengah sudah kembali lagi ke pantai karena badai," ujar seorang nelayan dari Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, kemarin.

Kini, nakhoda yang memiliki kapal kecil 5 GT itu menghabiskan waktunya dengan membereskan jalan dan merapikan peralatan tangkap ikan lainnya.

Beruntung, Marwan masih memiliki sebidang kecil lahan yang ditanami dengan kelapa sawit sebagai alternatif pemasukan.

Ratusan nelayan di pesisir Kabupaten Sidoarjo, Jatim, pun memilih tidak melaut.

Mereka yang memaksa tetap melaut harus menelan pil pahit karena jeleknya hasil tangkapan ikan.

Di Bengkulu, sudah dua hari ini nelayan tidak melaut setelah adanya peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Peringatan serupa dilontarkan Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Jawa Tengah, dan BMKG NTT.

Tak hanya nelayan, petani di delapan desa di Kecamatan Rengel, Tuban, Jatim, pun terpaksa gantung cangkul untuk sementara setelah banjir merendam 350 hektare lahan padi mereka, sejak pertengahan September lalu.

"Kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi, Mas. Sudah habis modal," keluh Warsilan, petani Desa Sawahan.

Peringatan akan bahaya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung diberikan BPBD dari sejumlah daerah, kemarin.

BPBD Kebumen, Jateng, meminta warga di 15 kecamatan khususnya di lereng perbukitan untuk mewaspadai tanah longsor.

Imbauan yang sama diberikan BMKG Juanda di Sidoarjo, Jatim, dan BPBD Purbalingga, Jateng.Sebelumnya, puting beliung yang menerjang Purbalingga telah merobohkan pohon beringin berusia 40 tahun.

Hingga hari kedua, belasan penambang emas tanpa izin (PETI) yang terkubur longsor di Kabupaten Merangin, Jambi, belum bisa dievakuasi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya