Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MESIN kereta pembangkit menderu-deru saat sebuah kereta bernomor E0 6704 milik Dipo Induk Bandung Tengah berjalan hilir mudik di atas jalur sepanjang 800 meter di Yogyakarta, Selasa (11/10) lalu.
Itu hari di saat Balai Yasa Yogyakarta melakukan uji coba kereta api berbahan bakar gas alam cair atau liquid natural gas (LNG).
Kolaborasi kompak dua BUMN, yakni PT Pertamina dan PT Kereta Api Indonesia, itu menghasilkan kereta api berbahan bakar LNG yang pertama di Asia.
Penghematan energi yang dihasilkan bisa mencapai 80%.
Entang Sutrisna, Quality Control Manager Balai Yasa Yogyakarta, menjelaskan cara kerja kereta api yang mengombinasikan penggunaan LNG dengan biosolar itu.
Ia mengatakan biosolar tetap digunakan untuk menghidupkan mesin kereta.
Setelah itu, kombinasi LNG dengan biosolar akan menjadi motor penggerak kereta pembangkit.
"Kolaborasi pembakaran DF diesel dual fuel yang membuat mesin bekerja," kata Entang, Senin (24/10) lalu.
Menurut pria berusia 54 tahun itu, semakin tinggi beban kerja mesin, semakin besar persentase LNG yang digunakan.
Sebelumnya, uji coba statis LNG pada kereta api dilakukan pertengahan 2015 menggunakan compressed natural gas (CNG).
Lalu, uji dinamis dilakukan untuk melihat reaksi tabung ketika mengalami getaran di dalam kereta api.
Dalam simulasi, tabung gas LNG bervolume 500 liter tetap aman walau dijatuhkan dari ketinggian 100 meter.
Sifat LNG yang tidak mudah terbakar juga membuatnya jelas lebih aman.
"Lebih lebih ramah lingkungan, lebih irit, dan lebih hemat. Ketimbang biosolar murni, gas bekasnya lebih bersih dan tidak kentara, sekitar 70%-80% lebih bersih (dari biosolar)."
Upaya itu menjadi langkah maju yang harus diapresiasi. Apalagi, menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, konversi LNG pada moda kereta api diproyeksikan mampu menghemat belanja BBM hingga Rp84,5 miliar per tahun serta lebih ramah lingkungan.
"Jika pilot project ini sukses, perseroan akan menjual LNG untuk kereta api secara komersial pada April 2018," seru Wianda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved