Konsep Tol Air akan Diterapkan di Bandung

MI
26/10/2016 06:22
Konsep Tol Air akan Diterapkan di Bandung
(Banjir yang melanda kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (24/10)---ANTARA/Agus Bebeng)

PEMERINTAH Kota Bandung akan menerapkan konsep tol air di wilayah Pasteur dan Astana Anyar yang pada Senin (24/10) dilanda banjir dahsyat. Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung saat ini tengah mengkaji penerapan tol air untuk wilayah tersebut.

Pendapat itu disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Kepala Bidang Pelaksanaan DBMP Kota Bandung Lisa Suryalestari di Bandung, Jawa Barat, kemarin (Senin, 25/10).

"Konsep tol air itu telah kita terapkan di kawasan Gedebage yang dulu langganan banjir. Namun, kini dengan tol air, Gedebage sudah bebas banjir," ujar Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan, Pemkot Bandung setiap tahunnya terus membenahi infrastruktur aliran air atau memperbaiki gorong-gorong. Namun, musibah banjir yang terjadi pada Senin (24/10) itu menunjukkan perbaikan yang dilakukan masih kurang komprehensif .

Pendapat senada disampaikan Lisa. Menurut Lisa, pihaknya rutin melakukan pemeliharaan saluran sungai. "Kejadian banjir kemarin disebabkan aliran air terlalu deras akibat daya serap hulu sungai di Kota Bandung sudah berkurang," ujarnya.

Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Ling-kungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan banjir di Kota Bandung yang menyebabkan kerugian materiil dan korban jiwa itu akibat buruknya drainase, tata kelola sampah, dan perencanaan tata kota. Izin bangunan tinggi di Kota Bandung digencarkan tanpa ada upaya penghijauan di sekitarnya.

"Kami sudah berkali-kali mencoba mengingatkan soal tata ke-lola kepada pihak pemkot, tapi solusi kami mungkin tidak dianggap cocok dengan konsep pembangunan yang sedang Pak Wali Kota rancang," terang Anang.

Sementara itu, Kepala DBMP Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen mengatakan hasil investigasi menyeluruh menunjukkan titik banjir di wilayah Dr Djundjunan dan Pagarsih termasuk kategori paling parah.

Untuk menanggulangi banjir di kedua kawasan itu, lanjutnya, Pemkot Bandung telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, apakah harus ada pelebaran sungai. "Penyebab banjir di Kota Bandung bervariasi, ada yang karena sedimentasi Sungai Cianting dan drainase yang buruk," tukasnya.(BU/EM/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya