Ikut Keluarga Berencana, Pria Dapat Rp 2 Juta

26/10/2016 06:53
Ikut Keluarga Berencana, Pria Dapat Rp 2 Juta
(MI/FERDINAND)

‘SELAMAT datang di Kampung KB’. Tulisan di atas gapura itulah yang pertama kali menyapa Media Indonesia saat berkunjung ke Kampung Terok, Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (24/10) lalu.

Gapura tersebut didominasi warna biru dan putih. Di tiang gapura sebelah kiri, terdapat simbol dua jari yang identik dengan slogan program Keluarga Berencana (KB), yakni dua anak cukup.

Saat masuk ke kampung, orang dapat melihat seluruh pagar rumah warga di sana memiliki warna dan penampilan seragam, bercat dasar putih dengan lis biru. Jalanjalan kampung dinamakan dengan istilah alat-alat kontrasepsi seperti Jalan Suntik, Jalan Pil, Jalan Implan, Jalan MOW (metode operasi wanita atau tubektomi), dan MOP (metode operasi pria atau vasektomi). Simbol KB lingkaran biru dan dua jari masih terlihat di gerbang masuk kanan dan kiri tiap jalan.

Kampung yang dihuni 130 kepala keluarga itu merupakan model miniatur pelaksanaan program KB dan pembangunan keluarga secara utuh pada tingkat terendah.

Pencanangan Terok sebagai kampung KB pertama di Sukoharjo itu dilakukan pada 7 April 2016. Kampung Terok dinilai pas untuk menjadi percontohan lantaran kesadaran warganya untuk ber-KB cukup tinggi. Ketua RT 3 RW 6 Rebani menyatakan, jauh sebelum ditetapkan sebagai kampung KB, sudah banyak warga di sana yang menjadi peserta program tersebut.

“Inisiatif itu muncul dengan sendirinya karena pertimbangan beban hidup,” katanya. Sebagian besar warga di kampungnya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Membatasi jumlah anak bukan hanya membantu mengurangi beban hidup, melainkan juga menciptakan peluang yang lebih besar untuk membesarkan dan memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak mereka.

“Anak saya dua orang. Yang besar sudah SMP dan yang kecil masih SD. Walau penghasilan tidak menentu, kami tidak pernah merasa kekurangan dan kesulitan membiayai mereka. Kami bahkan masih bisa menabung,” Rebani mengungkapkan.

Hingga September 2016, jumlah total peserta KB aktif di Sukoharjo sebanyak 108.593 orang atau mencapai 73% dari jumlah pasangan usia subur di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut 408 orang diantaranya ialah laki-laki melalui metode operasi pria (MOP) atau vasektomi.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, menyebutkan jumlah peserta KB laki-laki cenderung memperlihatkan penurunan. Pada 2015, hanya ada 3 peserta baru dan hingga September 2016 baru ada 3 orang, jauh dari target 15 orang per tahun.

Menurunnya minat kaum adam untuk ber-KB itu disebabkan adanya anggapan vasektomi berefek negatif pada kehidupan rumah tangga mereka. Di masa depan selain lebih menggalakkan sosialisasi, Pemkab Sukoharjo berencana memberikan dana stimulan Rp2 juta bagi laki-laki yang menjadi akseptor KB. “Program itu akan mulai diberlakukan 2017,” katanya. (Ferdinand/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya