Narapidana Narkoba Jadi Otak Peledakan Lapas Lhoksumawe

Amiruddin Abdullah
24/10/2016 14:10
Narapidana Narkoba Jadi Otak Peledakan Lapas Lhoksumawe
(Fauzi (30) pelaku yang juga korban peledakan bom di Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk menjalani perawatan di salah satu rumah sakit Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (23/10). -- ANTARA FOTO/Rahmad)

NARAPIDANA kasus narkoba, Fauzi, diduga menjadi otak pelaku peledakan bom rakitan di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Lhokseumawe, Minggu (23/10).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, Senin (24/10) mengatakan Fauzi saat ini sedang menjalani hukuman atas kepemilikan narkoba jenis sabu dan sebagai pelaku pemboman pos siskamling di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

"Pelaku merupakan tahanan kasus narkoba dan peledakan pos siskamling. Dia juga menjadi korban ledakan (di lapas) dan sedang menjalani perawatan di ruang UGD Rumah Sakit Kasih Ibu," kata Hendri.

Ia menjelaskan, pascaledakan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penggeledahan dalam LP tersebut. Dalam penggeledahan itu ditemukan satu bom rakitan lainnya.

"Dalam olah TKP dan pengembangan, kami menemukan bahan yang diduga sebagai bahan merakit bom, yaitu kabel, baterai, kaleng, dan semen dalam kamar tahanan Fauzi," lanjutnya.

Polisi belum bisa memastikan bila bom yang diledakkan itu juga dirakit di dalam lapas. "Masih dilakukan pengembangan, jadi belum bisa dipastikan jika bom itu dirakit dalam lapas," terangnya.

Meski demikian, pihaknya sudah mengamankan tiga orang napi sebagai saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Salah seorang napi juga teman satu kamar dalam sel dengan Fauzi. Dia telah kami jemput untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II Lhokseumawe, Ely Yuzat, kepada Media Indonesia, menyatakan selama ini tidak ditemukan indikasi akan terjadi peledakan di lapas.

"Kami tidak menemukan indikasi adanya peledakan. Karena sebelumnya petugas lapas rutin melakukan pemeriksaan di sel tahanan dengan menggunakan sistem acak dan setiap barang masuk yang dibawa ke dalam juga dilakukan pemeriksaan ketat," jelasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya