Ratusan Dokter di Solo Turun ke Jalan

Widjajadi
24/10/2016 10:25
Ratusan Dokter di Solo Turun ke Jalan
(MI/Widjajadi)

RATUSAN dokter di Solo, Jawa Tengah turun ke jalan untuk menolak rencana program pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP).

"Kebijakan pemerintah ini salah kaprah, dan menambah beban dokter dan tidak memperbaiki kinerja," tegas dokter Yusuf Bactiar saat berorasi di depan para sejawatnya dalam unjuk rasa yang digelar di Bundaran Geladak Solo, Senin (24/10).

Para dokter mengaku resah dengan kebijakan pemerintah yang digembar-gemborkan sebagai setara dengan pendidikan spesialis, namun justru menghamburkan uang dan waktu dokter.

"Siapa yang harus bertanggung jawab membiayai pendidikan 120 ribu dokter di seluruh Indonesia ini? Kami menolaknya, sebab biaya sangat besar dan harus meninggalkan pekerjaan," teriak dokter lainnya.

Untuk mendapatkan dan menguasi beberapa modul, para dokter yang mengikuti program studi DLP harus mengeluarkan biaya Rp300 juta per tahun. Hal itu sangat berbeda dengan program pengembangan pendidikan keprofesian berkelanjutan yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang hanya menghabiskan Rp 1 juta per modul.

Aksi damai yang dilakukan para dokter itu, diyakini IDI Cabang Surakarta tidak akan menganggu pelayanan dokter di rumah-rumah sakit maupun poliklinik yang ada di Solo.

"Yang bertugas dan punya peran penting, seperti di ICU tetap melaksanakan tugasnya," tukas dokter Adji Suwandono, pengurus IDI. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya