Waspadai Longsoran Petugas Jaga 24 Jam

Lilik Darmawan
22/10/2016 01:45
Waspadai Longsoran Petugas Jaga 24 Jam
(MI/VICTOR RATU)

DALAM menghadapi bencana tanah longsor dan banjir di sepanjang jalur rel kereta api, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah menempatkan penjaga khusus di lokasi-lokasi rawan tanah longsor.

Daop 5 juga memasang pengaman di sekitar perbukitan.

Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, ada 4 titik daerah rawan yang kini dijaga, yakni di KM 304+25 antara Prupuk-Linggapura, KM 360+150/300 antara Notog-Kebasen, KM 422+900 hingga KM 423+900 antara Tambak dan Ijo, serta KM 448+600 hingga 450+400 antara Soka-Kebumen.

"Keempat titik tersebut dijaga petugas selama 24 jam," jelas Ixfan, kemarin.

Manajer Jalan Rel dan Jembatan, Suyanto mengatakan, sebanyak 171 personel disiagakan sebagai flying gank.

"Mereka merupakan tim tanggap darurat yang bekerja dalam menghadapi bencana."

Selain penempatan petugas, Daop 5 juga telah melebarkan drainase menuju aliran sungai untuk mengurangi efek dan imbas air hujan yang dapat menggenangi rel.

Ancaman tanah longsor juga mengintai para pekerja di lokasi tambang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Pangkal-pinang meminta pekerja tambang pasir timah untuk waspada akan terjadinya tanah longsor.

"Kalau bisa saat hujan lebat jangan beraktivitas," pinta Kepala BMKG Kelas 1 Pangkalpinang, M Nurhuda.

Kepala BMKG Maritim Paotere, Hanafi Hamzah meminta masyarakat Kota Makassar di Sulsel untuk mewaspadai masa transisi dari musim kemarau dan musim hujan karena cuaca sering berubah-ubah.

Tingginya curah hujan berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.

Banjir susulan

Ratusan masyarakat di Desa Pasie Masjid, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh berlarian mencari tempat aman karena banjir susulan kembali menerjang permukiman warga, Kamis (20/10) malam.

"Sekitar pukul 21.37 WIB, debit air sungai kembali meluap. Masyarakat kembali keluar mencari tempat yang aman," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Syahluna Polem.

Banjir susulan juga menerjang Kecamatan Woyla Barat yang tadinya sudah mulai surut.

Di Desa Napai dan Alu Leuhop, warga masih bertahan di pengungsian karena air masih merendam rumah mereka.

Dari Jawa Barat, puluhan rumah di Cianjur rusak akibat terjangan air bah yang terjadi di sejumlah lokasi di Kecamatan Sindangbarang.

Adapun, angin kencang me-nerjang Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, hingga menyebabkan puluhan pohon berukuran besar tumbang dan menimpa rumah serta kendaraan warga.

Selain rumah, enam sepeda motor yang terparkir di sebuah sekolah juga tertimpa benteng yang roboh.

Kepala Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah, Lili Suhaeli menuturkan, angin kencang disertai hujan deras terjadi sebelum warga melaksanakan salat Jumat.

"Anginnya kencang sekali, puluhan pohon bambu beserta akarnya tercabut menimpa satu rumah warga. Beruntung tidak ada warga yang jadi korban, " tuturnya.

Hujan deras disertai angin kencang juga menumbangkan pohon setinggi 10 meter di Kota Cimahi.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu lalu, telah menyebabkan kerugian hingga Rp5,5 miliar.

Bencana juga berdampak besar pada sektor pariwisata.

Ada 10.755 kepala keluarga yang menjadi korban banjir bandang.

(RF/LN/Ant/AD/DG/FD/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya