Aset Taat Pribadi yang Disita Terus Bertambah

AB/N-4
22/10/2016 01:35
Aset Taat Pribadi yang Disita Terus Bertambah
(MI/Abdus Syukur)

SIDANG kasus penipuan maupun pembunuhan yang melibatkan pemimpin Pedepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi, 46, yang tadinya direncanakan pekan ini belum juga digelar.

Pasalnya, berkas laporan yang diajukan terus bertambah demikian juga dengan aset-aset yang disita sebagai barang bukti di persidangan.

Kemarin, sebuah brankas beserta uang milik Taat Pribadi, lagi-lagi diamankan dari rumah Laila, istri kedua Taat Pribadi di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Brankas didapatkan dari salah satu kamar.

"Brankas ini diamankan untuk jadi barang bukti di pengadilan nanti. Sedangkan, uangnya kami masih belum tahu jumlahnya," kata Wakil Ditreskrimum Polda Jatim, AKB Toni Surya Putra.

Aparat desa setempat dan Camat Gading juga dilibatkan sebagai saksi dalam penggeledahan itu.

Selain brangkas, ditemukan juga uang Rp65 juta, berbagai perhiasan, mesin penghitung uang, serta sejumlah dokumen di pendopo padepokan di depan rumah mewah Taat.

Polisi menyisir 24 lokasi aset milik Taat Pribadi dengan menurunkan puluhan personel. Aset-aset itu meliputi sembilan rumah, termasuk satu di antaranya yakni rumah mewah dalam kompleks padepokan.

Rumah-rumah yang disita itu, tiga di antaranya di Kota Kraksaan, selama ini ditinggali istri kedua dan ketiga Taat Pribadi, yakni Laila dan Mafeni.

Adapun rumah-rumah lainnya ditunggui orang-orang kepercayaan Dimas Kanjeng, seperti rumah persinggahan yang ada di belakang terminal Kota Probolinggo.

Selain rumah, polisi juga menyita bangunan dan gudang penggilingan padi, minimarket, bengkel mobil, peralatan, dan mesin-mesin pembuatan bordir.

Terdapat juga aset berupa areal tambak dua bidang masing-masing seluas 15 hektare (ha) dan 1,3 ha.

Ditambah sembilan areal persawahan dengan luasan masing-masing antara 3 ha hingga 18 ha.

Penyitaan aset ditandata-ngani pada 20 Oktober 2016 oleh Wakil Ketua PN Kraksaan Probolinggo, Basuki Wiyono.

Pengembangan kasus

Dua minggu lalu, ujar Toni, pihaknya belum menggeledah pendopo meski sudah dipa-sangi garis polisi dan dinyatakan disita.

Saat itu polisi hanya fokus menggeledah seluruh sudut rumah mewah Taat Pribadi yang penuh ukiran,

"Ini hasil pengembangan," imbuh Toni.

Taat Pribadi diduga menjadi otak pembunuhan dua peng-ikutnya, yakni Abdul Gani dan Ismail Hidayat karena mereka hendak membongkar praktik penipuan yang dilakukan Taat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya