Harga Cabai kian Meroket

Depi Gunawan
20/10/2016 21:58
Harga Cabai kian Meroket
(ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya)

HARGA cabai sudah tidak terkendali. Di pasar tradisional Kota Cimahi cabai bahkan sudah ada yang menembus harga Rp90 ribu/kg. Cuaca ekstrem di sentra penghasil pertanian ditengarai jadi biang penyebab harga cabai mahal di pasaran.

Seorang pedagang sayuran di Pasar Atas Cimahi, Nana Suryana, 36, menuturkan, harga beragam jenis cabai terus meroket tajam dalam sebulan terakhir.

"Harga cabai tanjung sudah Rp90 ribu dari biasanya Rp30 ribu/kg, cabai merah tewe dijual dengan harga Rp70 ribu padahal normalnya hanya Rp25 ribu/kg. Kemudian cabai kriting jadi Rp80 ribu/kg dan cabai rawit merah Rp70 ribu/kg," kata dia, Kamis (20/10).

Cuaca ekstrem sangat berpengaruh terhadap pasokan cabai ke pasar tradisional karena daerah penghasil cabai banyak yang mengalami gagal panen ditambah pertumbuhannya tidak optimal.

"Distribusi barang mengalami keterlambatan dari biasanya. Pemasoknya harus nunggu barang banyak dulu baru dia mau antar ke pasar," tuturnya.

Nana juga mengaku ada penurunan omset karena jarang ada pembeli cabai dalam jumlah yang banyak, "Penghasilan turun drastis. Kita juga enggak bisa jual dengan harga saat ini soalnya pembelinya keberatan. Agar barang laku, kita paling turunkan harganya sedikit," bebernya.

Harga cabai di beberapa pasar tradisional di Pangkalpinang, Riau, juga terus bergerak naik. Di pasar Pembangunan Pangkalpinang harga cabai besar yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kg, dalam sepekan terus melonjak hingga Rp64 ribu per kg. Cabai rawit yang tadinya Rp32 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg.

Mahalnya harga cabe tersebut membuat sejumlah pembeli mengurangi jumlah cabe yang dibeli. "Biasanya untuk cabe besar kita beli 2 kg, sekarang kita kurangi hanya 1 kg," ucap Suryani salah satu pembeli. (RF/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya