BPBD Bantu Korban Banjir di Aceh

FD/DW/TB/LD/Ant/N-2
20/10/2016 01:11
BPBD Bantu Korban Banjir di Aceh
(ANTARA/Rahmad)

PETUGAS bekerja keras menangani korban banjir di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Singkil, Provinsi Aceh, yang terjadi sejak awal pekan ini. Di Aceh Jaya, BPBD dibantu Taruna Siaga Bencana terus menyalurkan bantuan logistik untuk ribuan korban banjir di delapan kecamatan.

“Petugas juga telah menyiapkandapur umum di lokasi yang aman.Kami terus siaga karena potensi banjir masih besar jika hujan deras terus mengguyur,” papar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Jaya, Fajar Diharta, kemarin.

Delapan kecamatan yang terendam banjir ialah Indra Jaya, Kreung Sabe, Teunom, Pasie Raya, Setia Bakti, Darul Hikmah, Sampoinet, dan Jaya.

“Karena hujan masih terus turun, kami akan mengevakuasi warga dan menempatkan mereka di lokasi yang aman untuk sementara,” tambah Fajar.

Kerja keras juga dilakukan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Aceh Barat. Bantuan pangan dialirkan ke lokasi-lokasi pengungsian.

“Ada sembilan kecamatan yang terkena dampak banjir, enam di antaranya kondisinya cukup parah. Kami konsentrasi menyalurkan bantuan pangan ke enam kecamatan tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Shah Trizal Putra Utama.

Di Aceh Singkil, banjir melanda lima kecamatan. Warga masih bertahan di rumah-rumah. Kemarin, warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, juga bekerja keras membersihkan rumah, setelah banjir melanda wilayah per mukiman mereka. Banjir di kawasan Jalan Karajalembah, Jalan Towua, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan I Gusti Ngurah Rai terjadi Selasa (18/10) malam.

Selain air kotor, banjir juga membawa sampah. “Banjir kali ini tergolong parah. Rumah dan halaman dipenuhi lumpur dan sampah,” kata Farid, ibu rumah tangga di Jalan Karajalembah.

Dari Palembang dikabarkan, BPBD Sumatra Selatan mengantisipasi lima kabupaten rawan banjir bandang, yakni Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulu Selatan, dan pagaralam.

“Ada pendangkalan di dua sungai utama. Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk melakukan normalisasi sungai tersebut,” kata Staf Khusus Gubernur Sumatra Selatan, Yulizar Dinoto.

Di Jawa Tengah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi, BMKG Cilacap Teguh Wardoyo memperingatkan bencana masih rentan terjadi di wilayah rawan tanah longsor, banjir, dan angin kencang, hingga Januari 2017.

“Pemimpin daerah di Jateng selatan, seperti Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen harus tetap bersiaga,” tandasnya. (FD/DW/TB/LD/Ant/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya