Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RINTIK hujan membasahi kulit sesampainya saya di Hargo Dalem, salah satu puncak di Gunung Lawu, Jumat (14/10). Kabut pun semakin tebal membatasi jarak pandang.
Dinginnya suhu menusuk tulang dan jemari. Tak lama lagi gelap juga akan datang. Sudah hampir 10 jam, saya berjalan dari titik awal pendakian di Cemoro Sewu, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Altimeter di arloji menunjukkan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut.
Tak lama hujan deras mengguyur. Beruntung, saya telah sampai di dalam bangunan beratapkan spanduk bekas. Dindingnya juga terbuat dari terpal dan spanduk, ditopang kayu yang kuat sehingga mampu menahan laju angin.
Saat itu, belasan orang berada di dalamnya, berlindung dari cuaca buruk di luar. Selain pendaki, mereka ialah para peziarah yang mengharap berkah di gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu.
Beruntung, tidak jauh dari puncak Gunung Lawu itu ada warung Mbok Yem. Semangkuk soto hangat dengan suiran ayam kampung menjawab kegaduhan suara perut. “Menu spesial seperti soto hanya ada di waktu-waktu tertentu, seperti Bulan Suro saat ini,” ujar perempuan bernama asli Wakiyem itu.
Nama dan warung Mbok Yem memang sudah tidak asing di telinga pendaki dan peziarah di Gunung Lawu. Selain warung, perempuan berusia 70 tahun itu juga menyediakan penginapan di sisi warungnya di Hargo Dalem, Gunung Lawu. Mbok Yem mengaku berdagang di Hargo Dalem sejak 1980-an.
Tempat ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari puncak utama Lawu, Hargo Dumilah.
“Awalnya ketika mencari akarakaran untuk jamu di sini, saya sering diminta membuatkan minum atau mi instan oleh pengunjung. Akhirnya, saya mendirikan warung.”
Sehari-hari, Mbok Yem tinggal di warung. Ia dibantu anak dan saudaranya. Menu favorit di warung ini ialah pecel dengan telur goreng mata sapi.
“Saya turun gunung hanya 2-3 kali setahun, saat Lebaran atau ada acara. Tinggal di atas lebih tenang,” ujar perempuan asli Magetan ini.
Bahan makanan dibawa saudara Mbok Yem, tiga kali seminggu. Air bersih berasal dari Sendang Derajat, tidak jauh dari warungnya. Listrik pun tersedia karena ada genset. Meski berada di puncak gunung, harga makanan di sini juga tidak menguras dompet. Seporsi soto dihargai Rp12 ribu dan teh manis Rp3.000. Untuk menginap di pondokan, tidak dikenakan biaya.
Selain di Lawu, warung seperti ini juga ditemukan di gunung lainnya, seperti di Gunung Merbabu ataupun Semeru. Namun, berbeda dengan di Lawu, warung di Semeru berada di kaki gunung, tidak permanen, dan hanya buka di akhir pekan. (Briyan B Hendro/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved