Perang Tomat di Bandung Barat

Depi Gunawan
19/10/2016 16:30
Perang Tomat di Bandung Barat
(MI/Depi Gunawan)

RATUSAN warga kampung Cikareumbi Desa Cikidang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, tumpah ruah turun mengikuti perang tomat busuk di semua sudut jalan di kampung itu, Rabu (19/10).

Peserta perang melempar tomat ke segala arah, kerumunan warga yang menonton pun tak terhindar dari lemparan. Bahkan tamu undangan dan awak wartawan pun tak ketinggalan ikut berebut melempar. Setelah perang tomat berakhir, aroma anyir pun menebar ke segala penjuru.

Saling lempar tomat ini merupakan bagian dari kegiatan ngaruwat bumi atau hajat buruan yang diselenggarakan warga RW 3 Desa Cikidang Kecamatan Lembang Bandung Barat. Rempug Tarung Adu Tomat atau perang tomat merupakan puncak acaranya.

"Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas diberikannya tanah yang subur dan air yang melimpah, serta sebagai ungkapan membuang sial segala macam hal buruk atau sifat tidak baik dalam diri masyarakat maupun yang berkaitan dengan penyakit tanaman," kata pegiat seni dan budaya, Mas Nanu Muda.

Sebelum perang dimulai, tokoh masyarakat setempat memimpin serangkaian upacara adat yang diiringi berbagai tabuhan alat musik dan sejumlah penari. Setelah mendapatkan aba-aba dari sesepuh kampung, perang pun dimulai.

Tidak kurang dari 2 ton tomat sudah disediakan untuk 'perag tersebut. "Seusai acara, warga secara bergotong royong membersihkan tomat yang berserakan di jalanan lalu mereka saling bersalaman, tidak ada rasa dendam, semuanya bersuka cita setelah acara, " tutur Mas Nanu.

Perang tomat dilakukan sejak lima tahun lalu ketika harga tomat pernah anjlok sampai Rp 200/kg. Karena sayang jika dibuang, akhirnya warga menggagas mengadakan perang tomat. Tomat yang digunakan pun adalah tomat busuk. Hal itu sebagai simbol untuk melempar sifat kejelekan yang ada di tubuh manusia.

"Ibaratnya seperti lempar jumroh yang dilakukan oleh jemaah haji di Tanah Suci yang sama-sama bertujuan mensucikan diri dari segala sifat buruk. Tapi yang ini dilakukan di Cikareumbi," jelas Mas Nanu. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya