Ganjar Minta Bupati Antisipasi Bencana Longsor

Djoko Sardjono
17/10/2016 14:54
Ganjar Minta Bupati Antisipasi Bencana Longsor
(ANTARA/IDHAD ZAKARIA)

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh bupati dan walikota untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan gerakan tanah dan bencana tanah longsor.

Dalam surat No 360/0013924 tentang antisipasi potensi gerakan tanah dan pemasangan alat early warning system (EWS), Ganjar juga meminta melakukan simulasi bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Bupati dan walikota pun diminta mengalokasikan melalui APBD untuk pengadaan alat peringatan dini EWS sesuai potensi gerakan tanah secara bertahap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan pihaknya telah menyusun agenda untuk menindaklanjuti surat Gubernur Jateng tentang antisipasi bencana tersebut.

Potensi gerakan tanah di Kabupaten Klaten terjadi di 9 kecamatan, yakni Kemalang, Karangdowo, Bayat, Trucuk, Ngawen, Pedan, Wedi, dan Gantiwarno. "Gerakan tanah dan bencana tanah longsor skalanya menengah-tinggi. Yang skala menengah-tinggi meliputi Kecamatan Kemalang, Bayat, Trucuk, Wedi, dan Gantiwarno," paparnya, Senin (17/10).

Menurut Bambang, daerah yang memiliki potensi menengah terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama di daerah perbatasan dengan lembah sungai, gawir, dan tebing jalan.

Sedangkan pada zona yang dapat terjadi gerakan tanah skala tinggi, jika curah hujan di atas normal. Adapun daerah yang memiliki potensi tinggi ini gerakan tanah lama bisa aktif kembali. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya