Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhajirin Desa Pegirikan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tenggelam di Sungai Gung.
Seorang di antara korban sudah ditemukan tewas, sedangkan dua siswa lainnya masih dicari.
Ketiga korban ialah Intan, 10, Sarah Salsabila, 12, dan Puji, 11.
Ketiganya diduga tenggelam terseret arus deras di sungai terbesar di Kabupaten Tegal tersebut karena tidak bisa berenang.
Warga di sekitar tempat kejadian, Samsudin, 38, menuturkan beberapa saat sebelum kejadian, ketiga korban terlihat mandi di sekitar lokasi.
"Ada yang melihat korban mandi di sungai sebelum akhirnya tenggelam," ujar Samsudin.
Beberapa saat kemudian, warga dan tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah Intan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Tegal.
Sementara itu, sebuah jembatan di Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan, Jawa Timur, kemarin, ambruk. Jembatan yang menjadi akses warga Dusun Pao Laseng dan Nyior Geding diduga ambruk akibat tergerus air sungai.
Tidak ada korban jiwa dalam ambruknya jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 4 meter yang dibangun pada 2006 itu.
"Debit air sungai cukup deras lalu sisi selatan jembatan terlihat miring dan kaki jembatan tidak menyentuh tanah. Setelah itu, benar-benar terputus," kata Solehuddin, warga setempat.
Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, mengatakan pihaknya sudah datang ke lokasi dan segera membuat jembatan darurat.
"Untuk tahap awal, kami akan membangun jembatan darurat sehingga meringankan beban warga setempat, terutama anak-anak sekolah," katanya.
Bayi tenggelam
Bayi Runi, 1,5, kemarin, meninggal dunia setelah tercebur dalam genangan banjir di Jalan By Pass Km 25, Kelurahan Anak Air, Kecamatan Kototangah, Padang, Sumatra Barat.
Humas Kantor SAR Padang Arif Pratama mengatakan kejadian bermula ketika banjir setinggi 1 meter mengepung rumah korban Runi.
Saat itu, ibu bayi sedang memindahkan sepeda motor agar tidak terendam air, sementara sang bayi ditinggal di teras rumah panggung itu.
Saat ditinggal ibunya, jelas Arif, bayi tersebut kemudian tercebur ke dalam genangan banjir.
Ibunya pun langsung berteriak minta tolong.
"Bayi akhirnya ditemukan setelah satu jam pencarian. Tubuh bayi tersebut ditemukan di ranting-ranting pohon yang ada sekitar 10 meter di depan rumah korban," jelasnya.
Arif mengatakan bayi tersebut sempat dilarikan ke RS Siti Rahma.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dipastikan meninggal di rumah sakit.
Sementara itu, Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Padang Jhon Fri Syahrul Alamsyah mengatakan ketinggian air di Sungai Batang Kuranji juga menghanyutkan satu orang dengan nama Yudi, 20.
Jhon menjelaskan, berdasarkan kesaksian teman korban, Hamid dan Ari, Yudi hanyut sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu korban menyeberang dari tepi air di Simpang Koto Tingga menuju tepi Sungai Batang Kuranji.
"Baru 2 meter korban menyeberang, korban dibawa arus deras ke bawah Sungai Batang Air Kuranji dan sampai saat sekarang korban belum ditemukan," jelasnya.
(YH/MG/BB/JS/AR/AU/WJ/RS/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved