Cegah Longsor Lanjutan Bina Marga Buat Terasering

Lilik Darmawan
12/10/2016 02:50
Cegah Longsor Lanjutan Bina Marga Buat Terasering
(ANTARA/SAIFUL BAHRI)

DIREKTORAT Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumah­an Rakyat (PU-Pera) membuat terasering di Km 106+200 di Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, untuk antisipasi sementara agar longsoran tidak semakin dalam. Nantinya, penanganan bakal dilakukan secara permanen dengan membuat benteng penahan tanah longsor.

“Di lokasi longsor yang sempat menyebabkan terputusnya jalan Jateng-Jabar, kami membuat terasering sebagai penanganan darurat. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi longsor,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga wilayah Wangon hingga perbatasan Jateng-Jabar, Eddy Syahputra, Selasa (11/10). Meski jalan sudah bisa dilewati setelah longsor, sambung Eddy, pihaknya tetap me­nyiagakan alat berat untuk antisipasi longsor lanjutan.

Bencana tanah bergerak atau longsor juga mengancam sejumlah rumah di Desa Cipari, Kecamatan Cipari, Cilacap. Tanah ketinggian 125 meter dengan kemiringan 35 derajat bergeser sehingga mengancam perumahan penduduk. BPBD meminta warga mengungsi kalau hujan deras turun.

Selain di Cilacap, ancaman longsor membayangi Banjarnegara. Karena itulah, Pemkab Banjarnegara memperpanjang darurat bencana longsor di Desa Mlaya, Kecamat­an Punggelan, hingga 14 hari mendatang. Jumlah pengungsi mencapai 421 jiwa. Jalan trans-Kalimantan Km 18 dari Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaliman­tan Utara, menuju Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, juga dilaporkan longsor sekitar 150 meter. Jalan yang menghubungkan dua provinsi tersebut nyaris putus dan membahayakan pengendara.

Pemkab Bulungan bersama pihak Kementerian PU-Pera Satker Kaltara berupaya membuat jalan sementara sekaligus siring dengan menumbangkan beberapa pohon di sejumlah titik longsor. Hujan deras yang memicu banjir di Kota Sampang, Jatim, sejak Senin (10/10) lalu, belum surut. Lia Febriani, 24, warga Kelurahan Dalpenang, Sampang, Jawa Timur, terpaksa menerobos banjir untuk melahirkan di RSUD setempat. Ia berangkat dari rumahnya dengan cara dipapah untuk menembus genangan air se­tinggi pinggang orang dewasa. Sebaliknya, ratusan sumur warga di Pidie, Aceh, justru mengering karena kemarau empat bulan terakhir.

Tingkatkan kewaspadaan
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang meminta pihak terkait meningkatkan koordinasi dalam mengantisipasi bencana, khususnya banjir. “Segera ditangani, apalagi masalah saluran drainase.” Kewaspadaan tinggi juga ditekankan Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz kepada seluruh jajarannya. Terkait dengan musibah banjir bandang Garut, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan luapan air terjadi sebagai dampak perambahan lahan. Salah satunya lahan perkebunan teh milik Perusahaan Daerah Agrobisnis dan Pertambangan (PDAP) seluas 2.000 hektare. (VR/MG/LN/BB/AD/EM/MR/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya