Lima Anak Buah Santoso Dibawa Densus ke Jakarta

M Taufan SP Bustan
11/10/2016 16:10
Lima Anak Buah Santoso Dibawa Densus ke Jakarta
(ANTARA/Fiqman Sunandar)

SEMBILAN anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ditangkap di hutan dan pegunungan wilayah Poso, Sulawesi Tengah, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan. Lima di antaranya telah diberangkatkan ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sulteng AKB Hari Suprapto mengatakan, masih banyak informasi tentang MIT dan kelompok sipil bersenjata, mulai yang dari Pulau Jawa hingga Bima, NTB yang akan dikorek dari kelimanya.

"Pekan kemarin lima orang kami berangkatkan melalui bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Mereka dikawal dan dibawa langsung oleh penyidik Densus 88 Antiteror," terang Hari di Palu, Selasa (11/10).

Menurutnya, kelimanya merupakan anak buah Santoso alias Abu Wardah yang ditangkap hidup di waktu dan tempat berbeda-beda sepanjang pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 di pesisir Poso. "Lima yang diberangkatkan itu, termasuk Istri Santoso dan Istri Basri."

Selain itu, sejumlah barang bukti yang diamankan dari tangan ke limanya juga dibawa ke Jakarta. Sedangkan empat anggota lainnya, hingga kini masih diperiksa di kantor Polda Sulteng. Sesuai rencana mereka juga akan diberangkatkan ke Jakarta, tapi masih menunggu proses penyidikan sementara.

"Mereka semua nantinya akan diberangkatkan juga ke Jakarta. Tapi karena masih ada yang diperlukan oleh penyidik sehingga mereka masih menunggu waktu untuk diberangkatkan," imbuh Hari.

Diketahui hingga saat ini, operasi pengejaran masih dilakukan terhadap 11 anggota MIT yang tersisa di Poso. Mereka sudah dipastikan semakin melemah tinggal menunggu waktu penangkapan.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola sebelumnya mengimbau agar sisa pengikut MIT untuk menyerahkan diri ketimbang harus mati konyol di sana. "Kalau menyerahkan diri mereka bisa kembali bersama keluarga masing-masing ketimbang harus mati konyol di sana," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya