Polisi Periksa Saksi Perusakan Lingkungan

08/10/2016 01:15
Polisi Periksa Saksi Perusakan Lingkungan
(ANTARA)

JUMLAH saksi kasus dugaan pelanggaran hukum dan perusakan lingkungan di hulu Sungai Cimanuk yang disinyalir menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), bertambah dari 11 menjadi 15 orang.

Banjir bandang di Kabupaten Garut menyebabkan 34 orang meninggal dan 19 orang hilang.

"Inti pemeriksaan masih seputar dugaan pelanggaran hukum perusak lingkungan kawasan hutan lindung di hulu (Sungai Cimanuk)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Akan tetapi, Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) Agustiana, mengatakan, banjir di Garut bukan disebabkan dari hulu Sungai Cimanuk.

"Jika penyebabnya dari hulu, banjir pertama kali terjadi di Kecamatan Cibeureum dan Bayongbong serta abrasi di sekitar hulu DAS Cimanuk," kata dia.

Menurut dia, ada empat faktor penyebab banjir Garut.

Pertama, alih fungsi kawasan persawahan di sekitar Kecamatan Cikajang, Cisurupan, Cigedug, Bayongbong, Samarang, dan Kecamatan Banyuresmi.

Kawasan itu kini marak dengan pembangunan perumahan.

Kedua, penyempitan sungai di sekitar bantaran DAS Cimanuk.

Ketiga, peninggian dasar sungai di sekitar wilayah Maktal dan Copong yang mencapai 1,5 meter.

Keempat, air yang tertampung di Waduk Jatigede.

"Sebelum ada Waduk Jatigede, air Sungai Cimanuk meluap dan mengakibatkan banjir di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Setelah ada Waduk Jatigede, banjir besar justru menggenang Kabupaten Garut," katanya.

Sementara itu, banjir setinggi 2 meter menggenangi ratusan rumah di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Jumat (7/10).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mentawai Nurdin mengatakan, banjir terjadi karena hujan lebat sejak kemarin dinihari.

"Ketinggian air 1-2 meter," kata dia.

Dia memperkirakan sekitar 200 rumah yang umumnya di pinggir sungai tergenang air.

Selain di Mentawai, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.

Terpisah, tiga anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Idil Pratama dilaporkan hilang di Laut Flores setelah berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang nyaris tenggelam. (PT/YH/EM/AD/PO/ES/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya