Pengikut Taat Bawa Kabur Rp1 T

MI
07/10/2016 05:00
Pengikut  Taat Bawa Kabur Rp1 T
(Padepokan Dimas Kanjeng---MI/Abdus Syukur)

KEBERADAAN Dodi Wahyudi, 33, pengikut sekaligus orang kepercayaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, masih misterius. Dodi diduga kabur dengan membawa uang Taat sedikitnya Rp1 triliun, tidak lama setelah polisi menangkap Taat pada Kamis (22/9) lalu.

Saat disambangi Media Indonesia, Kamis (6/10), rumah Dodi di Dusun Pajejeran, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Pasuruan, Jawa Timur, sudah kosong tak berpenghuni.

Bangunan bertingkat tiga itu terbilang mewah jika dibandingkan dengan rumah lain di dekatnya. Para tetangga yang mengetahui ada wartawan menggambil gambar rumah itu justru menutup rapat-rapat pintu rumah mereka. Beruntung Kepala Desa Gununggangsir, Dewi Noer Alifa, bersedia diwawancarai.

Menurut Dewi, Dodi berasal dari Leces, Kabupaten Probolinggo, dan istrinya, Nur Aini, ialah warga asli Desa Gununggangsir. Dodi mulai tinggal bersama istri dan seorang anaknya di desa itu 4 tahun lalu. “Dalam berbagai kegiatan, dia (Dodi) selalu menjadi donatur,” imbuh Dewi.

Taat Pribadi diduga menjadi otak pembunuhan dua eks pengikutnya, Abdul Ghani dan Ismail Hidayat. Namun, dalam pemeriksaan di Polda Jatim, kasus itu berkembang dengan dugaan penipuan bermodus penggandaan uang. Sedikitnya 30 warga di Lamongan, Jatim, mengaku menjadi korban penipuan Taat karena tergiur menjadi kaya.

Untuk menjadi pengikut Taat, Supeno diminta membayar uang administrasi Rp500 ribu, membeli gelang seharga Rp250 ribu, dan membeli kotak ATM Rp150 ribu. “Dari kotak itu katanya bisa mengeluarkan uang Rp1,5 juta setiap hari.”

Supeno pun sadar sudah tertipu dan memutuskan keluar setahun terakhir. Sementara itu, meski dikabarkan tertipu, korban Taat di Bali belum ada yang melaporkan ke polisi. (AB/YK/OL/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya