Pengerjaan Tol Palindra Baru 32%

Dwi Apriani
07/10/2016 04:50
Pengerjaan  Tol Palindra Baru 32%
(MI/Dwi Apriani)

PENGERJAAN Tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km yang dimulai sejak kuartal I/2015 lalu baru selesai 32%. Kontraktor bertekad mengebut sisa pembangunan tol yang terbagi dalam tiga seksi itu agar dapat dilewati seluruhnya pada Juli 2017.

“Target kita Juli 2017 selesai. Sebanyak 68% sisanya akan dikebut pengerjaannya,” kata Manajer Proyek PT Hutama Karya, Divisi Jalan Tol Pa­lindra, Hasan Turcahyo, di Palembang, Sumsel, kemarin.

Ia menjelaskan, secara rinci, seksi I Palembang-Pemulutan secara ke­seluruh­an sudah mencapai 65% dari panjang ruas jalan sekitar 7 km. Pengerjaan seksi I ditargetkan selesai pada Desember 2016.

Sementara itu, penyelesaian seksi II Pemulutan-KTM Rambutan baru 1% dari panjang ruas jalan 5 km. Seksi III KTM Rambutan-Indralaya, imbuh Hasan, sudah mencapai 29% dari panjang ruas jalan 10 km.
Masih rendahnya pencapaian di seksi II dan seksi III disebabkan adanya pembebasan lahan yang belum selesai. Jumlahnya sekitar 2,88% dari 54 bidang yang terdiri dari 45 bidang di seksi III dan 9 bidang di seksi II.

“Sebagian sudah masuk proses konsinyasi dan sisanya dalam tahap validasi oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kami belum bisa bekerja kalau pembebasan belum rampung,” ungkap Hasan.

Dari sisi internal, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel Arif Pasha mengata­kan sebenarnya proses pembebasan lahan di Tol Palindra sudah selesai. Sekitar 95% lahan Tol Palindra telah tuntas pembebasan lahannya.

Sisanya masih menunggu hasil telaah hukum pengadilan negeri dan Mahkamah Agung (MA) terhadap lahan-lahan yang diklaim banyak pihak. “Ada warga yang mengklaim tanah tersebut, sehingga untuk membuktikan, ini semua melalui pengadilan dan MA.”

Tol Palindra merupakan salah satu dari tiga ruas tol yang sedang dibangun di Sumsel. Ketiga tol tersebut diharapkan beroperasi sebelum ASEAN Games 2018 mendatang.


Groundbreaking NYIA
Masalah pembebasan lahan juga terjadi dalam proyek Bandar Udara Internasional Yogyakarta atau New Yogya­karta International Airport (NYIA). Pemimpin proyek pembangunan NYIA R Sujiastono menjelaskan, pihaknya tengah mengajukan kasasi ganti rugi sekitar 100 lahan tambak yang berada di lokasi pembangunan bandara. Kasasi diajukan untuk mengurangi pengeluaran kas negara.

Ia berharap pembayaran ganti rugi lahan dapat selesai pada akhir Oktober sehingga peletak­an batu pertama (groundbreaking) bisa dilakukan pada November 2016. “Sesuai dengan target, pada 2019, bandara harus sudah ber­operasi,” kata dia di Kompleks Kepatihan DIY.

Pemkot Balikpapan, Kaltim, telah menyiapkan anggar­an Rp30 miliar untuk membangun pelabuhan sembako di kawasan Somber, Balikpapan Barat. Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berharap pelabuhan itu akan memudahkan arus masuk kapal angkut sembako, sehingga menekan harga sembako hingga 30%. “Pelabuhan ini dinilai mampu menekan keberadaan tengkulak yang kerap mempermainkan harga sembako,” cetus Rahmad.

Dari Kota Sukabumi, Jabar, dilaporkan, tingkat pengerjaan infrastruktur jalan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur publik daerah (IPD) 2016 sebesar Rp38 miliar, rata-rata di atas 50%. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Abdul Rachman mengaku pengerjaan proyek diawasi ketat dengan menyertakan pihak kepolisian dan kejaksaan. (AT/SY/BB/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya