Ada 74 Rekonstruksi Pembunuhan Abdul Gani

AB/OL/N-3
04/10/2016 04:43
Ada 74 Rekonstruksi Pembunuhan Abdul Gani
(MI/Abdus Syukur)

DIMAS Kanjeng Taat Pribadi melakukan rekonstruksi untuk mengungkap kasus pembunuhan dua santrinya, Abdul Gani dan Ismail Hidayat.

Rekonstruksi kasus pembunuhan dilakukan di padepokannya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kemarin.

"Ada 74 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan Abdul Gani," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono, kemarin.

Selain Dimas, ada empat tersangka lain yang dihadirkan.

Banyak orang berkerumun untuk menonton rekonstruksi itu.

Sekitar 500 personel berjaga-jaga selama rekonstruksi yang memakan waktu selama 9 jam itu.

Dari hasil rekonstruksi, Dimas disangkakan telah memerintahkan anak buahnya, bernama Wahyu Wijaya, untuk membunuh Abdul Gani dan Ismail.

"Kedua muridnya berencana membongkar cara menggandakan uang yang dilakukan gurunya," tambahnya.

Dalam penyidikan kasus tersebut, telah ditetapkan 10 orang tersangka.

Selain itu, ada empat buron yang masih dikejar polisi.

Polisi juga mengamankan aset milik tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan Bareskrim mengirimkan tim penyidik dari Jakarta, dua staf Bank Indonesia pusat, dan tiga staf BI cabang Surabaya untuk menyelidiki dan mengamankan aset milik Dimas.

Di bagian lain, polisi masih melacak para murid Dimas yang menjadi korban penipuan.

Seperti di Bali, ada tujuh murid Dimas yang telah menjadi korban penipuan.

Perbekel Pengambengan, Jembrana Samsul Anam, membenarkan ada tujuh warganya yang telah menjadi korban penipuan Dimas.

"Tapi saya tidak bisa berinisiatif menyebut nama-nama korban karena mereka tidak melapor. Namun, informasi itu beredar luas di seluruh Desa Pengambengan," ujarnya.

Kapolsek Kota Negara, AKP Erson Juanda, yang dimintai konfirmasi, juga mengaku belum menerima laporan resmi dari tujuh orang tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya