Minim, Alat Deteksi Dini di Wilayah Rawan Bencana

Lilik Darmawan
03/10/2016 05:13
Minim, Alat Deteksi Dini di Wilayah Rawan Bencana
(ANTARA/Siswowidodo)

PENGGUNAAN alat deteksi dini bencana early warning system (EWS) di sejumlah daerah rawan bencana banjir, longsor, hingga angin puting beliung masih minim.

Antisipasi yang dilakukan daerah masih mengandalkan kewaspadaan warga.

Demikian laporan wartawan Media Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia, kemarin.

"Idealnya, memang seluruh daerah yang rawan longsor dipasangi alat EWS. Namun, karena berbagai macam keterbatasan, maka EWS baru delapan unit saja," jelas Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, Catur Subandrio, kemarin.

Padahal, sebanyak 15 dari 20 kecamatan di Banjarnegara dinyatakan rawan longsor, di antaranya Wanayasa, Purwonegoro, Pandanarum, Kalibening, Pejawaran, Pagentan, dan Karangkobar.

Di lokasi yang tak terpasang EWS, sambung Catur, warga terpaksa membuat peralatan sederhana untuk mengetahui gerakan tanah berupa tali yang diikatkan pada beberapa pohon.

Kalau ada fenomena tanah bergerak, pergeseran tali yang diikatkan antarpohon akan jadi peringatan bahaya.

Menyadari keterbatasan itu, BPBD pun lebih banyak mengedukasi mitigasi bencana mandiri kepada warga dan membina 10 desa tangguh.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, menyampaikan telah memasang alat land early warning system (LEWS) di Desa Wonokitri, Tosari, dan sejumlah tempat lainnya.

"Alat ini untuk peringatan dini keretakan tanah serta tanah longsor," kata Bakti.

Pemkab Lembata, NTT, belum memasang satu EWS pun meski sudah memiliki peta rawan bencana.

Maksimalkan personel

Untuk siaga banjir dan angin puting beliung, BPBD Kabupaten Pasuruan, masih mengandalkan relawan dan unit reaksi cepat (URC).

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengalihkan seluruh personel penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan ke penanganan bencana musim penghujan.

Tercatat ada sekitar 1.000 desa di Kalsel rawan bencana dan 550 desa di antaranya ialah daerah langganan bencana banjir dan longsor.

Untuk memudahkan masyarakat melaporkan kejadian bencana, BPBD Klungkung, Bali, menyediakan call centre di nomor 23000.

BPBD Kabupaten Sukabumi dan Majalengka mengandalkan satgas kebencanaan di setiap kecamatan. Pemkot Sukabumi akan menertibkan bangunan-bangunan di atas drainase maupun di sempadan sungai.

Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah melakukan pemeliharaan saluran hingga pengerukan Sungai Rangkui guna mengantisipasi banjir.

Lalu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo akan mencairkan dana Rp1 miliar di pos BPBD untuk antisipasi penanganan bencana.

Camat Paranggupito Haryanto berharap pemkab bisa memberikan solusi permanen.

Dari Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar, tim SAR gabungan belum menemukan satu pun jenazah dari 19 korban hilang di hari ke-12 tanggap darurat bencana banjir bandang Garut.

Petugas masih terkendala banyaknya sampah.

(EP/PT/YK/RF/BB/LN/JI/AB/UL/DW/WJ/CS/RS/DY/JS/MY/AD/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya