Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, 46, yang bertahan di tenda-tenda kompleks padepokan di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus berkurang.
Dari awalnya mencapai ribuan, kini tersisa ratusan orang saja.
"Banyak yang pulang. Kami bertahan karena menunggu waktu pembuktian. Yang sudah pulang lebih dulu, mereka ngomongnya juga akan balik," ujar seorang pengikut yang enggan disebut namanya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Pembuktian yang dimaksud ialah soal kebenaran kemampuan Dimas dalam menarik uang secara gaib.
Dalam video yang beredar di media sosial, Dimas mengeluarkan uang dan perhiasan berharga dari balik jubahnya.
Salah satu pengikut Dimas, Indra Hirawan, mengungkapkan Dimas juga bisa melakukan sulap dengan memunculkan makanan atau jam mahal merek Rolex dari lututnya.
"Begitu Yang Mulia (sebutan Dimas Kanjeng bagi pengikutnya) ngomong, kita disuruh ambil dari sudut ruangan itu. Ternyata ada bakso, rawon, dan makanan lainnya," ucap Indra.
Mengenai kepulangan pengikut Dimas, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap memfasilitasi kepulangan pengikut di padepokan yang tidak punya uang.
"Yang jelas tidak ada naik pesawat, kami hanya sediakan kapal Pelni dan bus DAMRI," kata Mensos di Pasuruan, Sabtu (1/10).
Mereka yang masuk kategori kurang mampu serta masuk kategori korban bencana sosial akan mendapatkan jaminan hidup Rp900 ribu.
Polda Jatim mengerahkan 600 personel saat menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (22/9) lalu, atas laporan kasus dugaan pembunuhan dua santrinya, Ismail dan Abdul Gani.
Dimas dijerat dengan empat kasus berbeda, yakni pembunuhan dua santrinya, penipuan, penggandaan/ pemalsuan uang, dan penistaan agama.
Saat ini, Dimas ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan dan penipuan.
Polda Sulsel telah berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk menyelidiki kasus penipuan, termasuk menelusuri aset Dimas di Makassar.
Menurut kabar, Dimas menyimpan satu kontainer uang dan emas di sana.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung Mangera mengatakan kebenaran informasi itu masih ditelusuri.
"Penyidik Polda Jatim akan datang mendalami sejumlah informasi. Salah satunya mencari tahu keberadaan kontainer."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved