Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI telah beranjak siang ketika Siti Aslamiyah bersama tiga pekerja perempuan sibuk beraktivitas di sebuah stan pameran produk usaha produktif pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2016 di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (27/9) lalu.
Perajin batik tulis dari Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, itu membagi tugas mengepak dan melayani pembeli. Batik buatan sendiri itu laris manis dijual Rp100 ribu per potong, bahkan ada yang Rp750 ribu per potong khusus yang berbahan sutra.
Tak hanya Siti, sejumlah pelaku UKM dari kecamatan lainnya juga ambil bagian. Mereka memasarkan berbagai produk, mulai kopi, kerajinan tangan, makanan olahan keripik tempe, keripik telo, kerajinan tangan, keset hingga peralatan pertanian.
Berbagai produk itu dihasilkan dari usaha produktif yang dikembangkan para ibu akseptor Keluarga Berencana (KB). Para ibu di daerah setempat makin berdaya dan sejahtera setelah sadar dan memahami betapa pentingnya mengikuti program KB.
"Memiliki dua anak terbukti meningkatkan kualitas hidup," ujar Meteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.
Puan mengisahkan, ada satu keluarga di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang memiliki 10 anak. Rumahnya kecil dan ekonomi terbilang pas-pasan.
Menurut cerita Gubernur Jatim, Soekarwo, kepada Puan, keluarga di Jatim yang memiliki anak lebih dari dua kebanyakan ialah seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Oleh karena itu, mereka berpotensi memiliki banyak anak yang diistilahkan kemeriyek.
Sementara itu, ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil menengah yang produktif ternyata kebanyakan memiliki dua anak. Setelah diselisik, ternyata ibu yang memiliki usaha produktif itu waktunya terbagi secara positif dalam menjalankan usaha, sehingga memilih tidak banyak anak.
Itulah sebabnya, kata Puan, Program KB harus digencarkan lantaran selama 15 tahun belakangan mengalami stagnan. Bila itu dibiarkan, dampaknya cukup serius, pada 2020-2035 bisa dipastikan terjadi ledakan penduduk dan menjadi beban bagi bangsa.
Sebenarnya, sekitar 98% pasangan usia subur sudah mengetahui program KB. Namun, baru 57% yang mengikuti program KB. "Karena itulah, program KB ini terus dipacu," ucap Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty.
Menurutnya, penggunaan alat kontrasepsi merupakan bukti nyata perubahan mental pasangan usia subur dalam merencanakan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera. Peran bidan dan mitra kerja dalam menggunakan alat kontrasepsi juga jadi kunci kesuksesan program KB.(N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved