Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI daerah yang mulai kondusif, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), sering ditunjuk untuk menjadi tuan rumah pekan budaya atau festival demi menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Pada tahun ini, Festival Danau Poso IX akan digelar di Tentena, Kabupaten Poso, pada 2-5 November mendatang. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Sulteng, Siti Norma Mardjanu, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan Pemkab Poso telah sepakat menyelenggarakan Festival Danau Poso di Tentena. "Berdasarkan usulan Pemkab Poso, Festival Danau Poso digelar November mendatang di Tentena, pinggiran Danau Poso," ujar Norma pada Minggu (25/9). Usulan itu telah disepakati dan menjadi salah satu agenda tahunan Disparekraf Sulteng. Menurut Norma, Festival Danau Poso IX, yang rencananya dibuka Gubernur Sulteng Longki Djanggola, akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni dan budaya, termasuk tarian kolosal yang dimainkan 500 penari utusan dari berbagai kecamatan di Poso. Tidak ketinggalan, TNI Angkatan Laut pun ikut memeriahkan acara dengan atraksi terjun payung. Danau Poso dijadikan lokasi terjun payung bersama atlet paralayang. Ada pula atraksi penarikan bendera Festival Danau Poso yang akan dilakukan tim penerjun payung. Mereka akan menarik bendera dari dasar danau sebagai tanda pembukaan festival. "Kami juga akan menghadirkan artis-artis ibu kota, seperti Krisdayanti, Once, dan Mitha untuk menghibur masyarakat dan memeriahkan Festival Danau Poso IX," terangnya. Pemprov Sulteng juga akan melibatkan berbagai daerah di Sulawesi Tengah, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, Kota Palu, Parigi Moutong, Tolitoli, Buol, Banggai, dan Morowali untuk menampilkan budaya dan tari-tarian di festival itu.
Bekas kerajaan
Poso merupakan daerah tingkat dua di Sulteng. Daerahnya terletak di bibir pantai, persis menghadap ke Teluk Tomini. Teluk tersebut berlokasi di lengkungan 'lengan' Pulau Sulawesi. Letak Poso persis di tengah Sulawesi Tengah. Untuk menuju ke sana, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi darat, mulai arah utara hingga selatan, yakni mulai Palu, Makassar, Mamuju, Kendari, Gorontalo, hingga Manado. Dalam catatan sejarah, Poso dikenal sebagai salah satu kota perdagangan dan pemerintahan yang cukup penting di Sulawesi. Lokasinya berada di tengah Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayahnya dahulu sangat luas. Sekarang wilayah Poso mulai berkurang karena beberapa wilayah seperti Morowali memilih membentuk kabupaten sendiri. Pemerintah Hindia Belanda menguasai dan mengatur pemerintahan Poso sejak 1918. Pada saat itu, banyak kerajaan lokal tumbuh di sana, yakni Kerajaan Poso, Napu, Mori, Tojo, Una Una, dan Bungku. Kedatangan Belanda pada waktu itu bertujuan meminimalkan pemerintahan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah. Pada 1919, seluruh wilayah Sulteng bergabung dalam Karesidenan Manado. Saat itu Karesidenan Manado dibagi menjadi dua wilayah, yakni barat dan timur, yaitu Afdeeling Donggala dengan ibu kota Donggala, dan Afdeeling Poso dengan ibu kota Poso. Pascakemerdekaan Indonesia, pada 1952 terjadi perubahan bentuk pemerintahan. Sulawesi Tengah masih dibagi menjadi dua daerah otonom, yakni Onderafdeeling Poso meliputi Poso, Luwuk Banggai, dan Kolonodale dengan ibu kota Poso. Sementara itu, Onderafdeeling Donggala meliputi Donggala, Palu, Parigi, dan Toli Toli dengan ibu kota Palu. Pada 1959, berdasarkan UU No 29 Tahun 1959, Daerah Otonom Poso dipecah menjadi dua kabupaten, yakni Kabupaten Poso dengan ibu kota Poso dan Kabupaten Banggai dengan ibu kota Luwuk. (TB/Ant/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved