Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI unjuk rasa penolakan terhadap peraturan daerah lembaga adat daerah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berakhir bentrok, kemarin.
Lantai dua Kantor DPRD Kabupaten Gowa terbakar setelah terjadi keributan.
Terbakarnya kantor anggota dewan tersebut bermula sekitar 150 orang yang mengatasnamakan dirinya Forum Adat Sulawesi Selatan menggunakan kendaraan roda empat dan 50 sepeda motor berkumpul di Jalan Istana, Kabupaten Gowa.
Mereka kemudian menuju ke Kantor DPRD Gowa.
Rombongan tersebut melakukan orasi dan membakar ban bekas di halaman Kantor DPRD.
Namun kemudian, kelompok yang berorasi tersebut melakukan aksi menyerang aparat keamanan yang sudah berjaga di sana.
Aksi kian memanas saat massa tandingan tiba di lokasi.
Bentrokan tidak bisa dikendalikan. Hampir seluruh bagian gedung DPRD mengalami kerusakan.
Beberapa bagian gedung hangus dan terbakar, termasuk beberapa kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
Aksi mampu diredam setelah pasukan dari Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa diturunkan di sekitar Gedung DPRD Gowa.
"Suasana sudah mulai kondusif. Ini adalah kriminal murni. Siapa pun pelakunya, kita masih selidiki. Tunggu saja, polisi masih menyelidiki kasus ini," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Frans Barung Mangera, kemarin.
Bentrokan itu juga membuat keluarga Kerajaan Gowa bereaksi.
Pihak keluarga Kerajaan Gowa diwakili Andi Maddusila Karaeng Idjo membantah jika pendukungnya terlibat pembakaran Kantor DPRD Gowa yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita itu.
Maddusila ikut mengutuk aksi pembakaran tersebut.
"Saya mengutuk aksi tersebut, saya bukan orang yang suka anarkis. Saya mengimbau pada para pendukung untuk tidak anarkis dan tetap lakukan aksi damai," ujar Maddusila.
Dia menambahkan, bahwa dirinya lebih suka aksi pakai baju adat sambil berkuda jika dibandingkan dengan melakukan aksi anarkis.
Maddusila menjelaskan Kerajaan Gowa menolak peraturan lembaga adat karena tidak melibatkan para kerabat Kerajaan.
Selain itu, peraturan tersebut akan mengucilkan para keturunan Kerajaan Gowa.
Keributan di Gowa juga sampai ke telinga Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
Saat ditemui di kantornya, ia belum menerima laporan lengkap keributan di Gowa.
"Tentu ada yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Siapa pun pelakunya, itu tindakan terlalu berlebihan," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved