Kalteng Kembangkan Bawang Merah di 9 Daerah

SS/LD/JS/N-2
26/9/2016 05:20
Kalteng Kembangkan Bawang Merah di 9 Daerah
(MI/Surya Sriyanti)

GONJANG-ganjing harga bawang merah masih terus membelit masyarakat.

Untuk meretasnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan langkah pengembangan produk bawang merah di lahan seluas 500 hektare.

"Sentra pengembangan bawang merah akan dibuka di sembilan kabupaten. Mulai 2017, penanaman sudah mulai dilakukan," papar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Tute Lelo di Palangkaraya, Sabtu (25/9).

Kesembilan daerah itu dipilih berdasarkan penelitian kecocokan tanah untuk bawang.

Setelah dilakukan penanaman secara sampel, ternyata hasilnya cukup bagus.

Selain di sembilan daerah itu, Tute menyatakan tidak tertutup kemungkinan bawang juga akan dikembangkan di daerah lain di Kalteng.

"Semakin banyak wilayah yang ditanami bawang, semakin baik guna mempercepat swasembada bawang."

Pemprov Kalteng menargetkan swasembada bawang bisa tercapai pada 2020.

Namun, dengan penambahan area, Tute optimistis swasembada itu bisa terlaksana pada 2018.

Menurutnya, Kalteng terus melakukan pengembangan dan penanaman bawang merah.

Di Palangkaraya, misalnya, sudah ada dua desa yang melakukan penanaman secara massal, yakni Desa Bereng Bengkel, Sebangau, dan Desa Sei Gohong, Bukit Batu.

Hasil panen di wilayah itu mencapai 4-5 ton per hektare.

Di Cilacap, Jawa Tengah, dinas pertanian dan peternakan menyiapkan traktor untuk mendukung penanaman secara serempak, terutama di Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja dan Dayeuhluhur.

Ada 14 traktor untuk 5 kecamatan.

"September ini, kami berharap semua petani sudah rampung menanam padi. Traktor bisa dipinjam petani secara gratis," papar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Cilacap wilayah Majenang, Darta Mulyana.

Dari Klaten dilaporkan, harga sejumlah kebutuhan pokok bergerak turun, di antaranya cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging ayam.

"Harga turun, tapi pasar juga sedang lesu. Dagangan selalu menumpuk tersisa," kata Ngatmi, 45, pedagang di Pasar Kota Klaten.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya