MESKI petani di sejumlah daerah tidak bisa memetik panen maksimal akibat musim kemarau, petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, justru bersuka ria. Pasalnya, setelah menggunakan pupuk hayati mikroba, mereka bisa memetik panen hingga 10 ton dalam satu hektare sawah.
"Biasanya di Bandung selatan, sawah hanya bisa mencetak panen 5 ton per hektare. Kami menggunakan pupuk hayati mikroba yang disosialisasikan Yayasan Heritage," papar Nono Sambas, petani di Kiangroke, Kecamatan Banjaran, kemarin.
Saat ini, sudah ratusan petani di Bandung Selatan yang beralih menggunakan pupuk hayati mikroba. Secara bertahap, mereka meninggalkan pupuk kimia.
Ketua Yayasan Heritage Herdiawan mengaku sudah 48 kali menguji coba pupuk hayati. "Hasilnya panen padinya bervariasi, 8-11 ton per hektare."
Pupuk hayati mikroba, lanjut dia, juga tidak merusak lahan. Pupuk yang dibuat Agus Kuncaka dan Lukman Gunarto ini merupakan pupuk bersistem agriculture growth promoting inoculant dan humus sintesis bersistem SROP.
Di sisi lain, kekeringan dilaporkan terus meluas. Di Indramayu, dampak kekeringan mengatrol harga gabah kering giling tembus Rp6.000, jauh di atas harga pembelian pemerintah yang Rp4.600 per kilogram.
"Kekeringan telah membuat hasil produksi padi turun drastis hingga 50%. Panen yang biasanya menghasilkan padi 7-8 ton per hektare, kini susut hanya 4 ton," ujar Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu Sutatang.
Di Malang, Jawa Timur, produksi cabai terus merosot akibat kekeringan. "Kami hanya bisa panen optimal pada Juli lalu. Selama Agustus, banyak tanaman layu karena kekeringan. Banyak cabai yang rusak," ungkap Suwanto Bagong, petani di Pandansari, Kecamantan Ngantang.
Kekeringan juga membuat Polres Cimahi, Jawa Barat, mengerahkan mobil water cannon untuk membantu warga di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, yang kesulitan memperoleh air bersih. Di wilayah ini, air sumur warga mengalami kekeringan. Penyusutan air sumur sudah mencapai 15 meter. "Kami mengirim sekitar 6.000 liter air bersih ke Cihampelas," kata Kapolres Cimahi AKB Dedy Kusuma Bakti.
Kekeringan juga membuat PDAM Tirta Jaya Mukti Kabupaten Sukabumi kerepotan melayani permintaan warga untuk mendapatkan air bersih. "Selain armada yang terbatas, kami juga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, karena debit semua sumber air kami mengalami penurunan," ungkap Dirut PDAM Tirta Jaya, Ade Pamengku Rahmat. (SB/UL/BN/DG/BB/FL/WJ/HK/N-3)