Kompetisi Mantan Bupati di Pilgub Sulbar

Farhan Matapa
20/9/2016 05:31
Kompetisi Mantan Bupati di Pilgub Sulbar
(ANTARA/Adwit B Pramono)

DUA mantan bupati di Sulawesi Barat (Sulbar) dan seorang pengusaha minyak akan berhadapan dalam pemilihan gubernur (pilgub).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Media Indonesia, pilgub Sulbar akan diikuti mantan Bupati Polewali Mandar dua periode Ali Baal Masdar yang berpasangan dengan istri Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh, Enny Anwar Adnan Saleh.

Enny saat ini menjabat anggota DPR dari Partai Golkar.

Selain itu, mantan Bupati Mamuju dua periode Suhardi Duka, yang berpasangan dengan Kalma Katta, Ketua DPD Partai Golkar Majene.

Calon lainnya ialah pengusaha minyak Hasanuddin Mashud berpasangan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulbar, Syibli Sahabuddin.

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah mengaku telah bersiap untuk menerima pendaftaran para kandidat beserta pendukung pada 21-23 September.

Dia juga mengingatkan setiap pasangan harus mengantongi dukungan dari parpol atau gabungan parpol yang memiliki akumulasi sembilan kursi di DPRD.

"Kami sudah berkoordinasi dengan partai politik dan pihak keamanan. Yang pasti kami sudah siap menerima pendaftaran para bakal calon. Syarat dan tata cara pendaftaran kita sudah sosialisasikan," kata Usman.

Di Jawa Barat, PDIP akan mengusung mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra untuk berpasangan dengan Denny Romdhony dalam Pilkada Kota Tasikmalaya.

"Ketua DPC PDIP Denny Romdhony dengan mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang siap memenangi pilkada," kata Sekretaris DPC PDIP Tasikmalaya Kepler Sianturi.

Wali Kota Tasikmalaya saat ini, Budi Budiman, kembali maju berpasangan dengan M Yusup, dengan dukungan dari Partai NasDem, Golkar, PPP, dan PKB.

Di lain pihak, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dede Sudrajat akan maju sebagai wali kota berpasangan dengan Asep Hidayat yang diusung PAN, Demokrat, dan Gerindra.

Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Partai Golkar menarik dukungan dari Lukas Lipataman Witak dan mengalihkannya kepada Mohamad Natsir La Ode untuk berpasangan dengan Viktor Mado Watun.

Anggota DPRD Lembata dari Partai Golkar Petrus Bala Wukak mengatakan penarikan dukungan partai berlambang pohon beringin itu setelah melihat kondisi medis Lukas yang menderita sakit permanen di bagian otak.

Di sisi lain, mantan Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur tetap yakin bisa kembali bertarung meski tak diusung PDIP.

Kesehatan tubuh

KPU Sumatra Selatan akan melibatkan tiga lembaga untuk menguji kesehatan para kandidat dalam pilkada Musi Banyuasin.

Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan ketiga lembaga tersebut ialah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikolog Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Jadi tiga lembaga itu yang akan mengetes kesehatan mereka. Bukan hanya kesehatan tubuh dan jiwa, melainkan juga tidak menjadi pengguna narkoba," kata Aspahani.

(PO/JI/FH/PT/AD/DW/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya