Pemakaian Bibit Hibrida Digenjot

YK/CS/BB/PO/JS/UL/N-1
20/9/2016 05:11
Pemakaian Bibit Hibrida Digenjot
(ANTARA/Idhad Zakaria)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, akan memperbanyak penggunaan bibit padi hibrida agar bisa meningkatkan produktivitas.

Bupati Lamongan Fadeli saat ditemui, kemarin, mengatakan itu menanggapi masukan masyarakat mengenai hasil panen yang hanya mencapai 6,5 ton per hektare.

"Lamongan selama ini sudah dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Namun, dengan produktivitas rata-rata padi yang sekitar 6,5 ton per hektare, perlu ditingkatkan. Saya ingin setidaknya bisa tembus 10 ton per hektare," ungkapnya.

Fadeli menyebutkan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan agar produktivitas padi bisa meningkat.

Misalnya, setiap kelompok tani harus memiliki unit pengolah pupuk organik.

Menurut dia, dengan penggunaan pupuk organik, produktivitas bisa naik 10%.

Kemudian penerapan pola tanam jajar legowo modern yang menaikkan produktivitas hingga 20%.

Selanjutnya penambahan bantuan alat panen combine harvester yang mampu menaikkan produktivitas hingga 7% karena mengurangi produksi yang hilang saat panen.

"Saya juga minta kepada dinas pertanian dan kehutanan meningkatkan penggunaan bibit hibrida menjadi 80% karena saat ini tingkat penggunaannya oleh petani La-mongan baru sekitar 30%" kata dia.

Di Jawa Barat, tingginya harga gabah membuat petani di Indramayu memilih menyimpan sebagian gabah mereka.

Sadi, petani asal Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mengaku bersyukur dengan harga gabah yang cukup tinggi.

Sadi mengaku menyimpan sebagian gabah untuk persiapan modal menghadapi musim tanam rendeng (penghujan) nanti.

"Mendekati musim rendeng, baru nanti saya jual agar tidak kesulitan modal tanam dan kebutuhan sehari-hari," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya