Tanah Longsor, Banjir Ancam Daerah

Kristiadi
20/9/2016 04:51
Tanah Longsor, Banjir Ancam Daerah
(ANTARA/Adeng Bustomi)

EFEK La Nina menyebabkan 12 wilayah di Pulau Jawa dilanda banjir dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan pengaruh La Nina dengan intensitas masih lemah telah meningkatkan curah hujan.

"Sehingga menimbulkan banjir dan tanah longsor di sebagian wilayah di Jawa. September yang biasanya puncak musim kemarau, justru terjadi hujan berintensitas tinggi di beberapa wilayah," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, kemarin.

Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Bandung, Cilacap, Purbalingga, Pekalongan, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Kota Brebes, dan Kota Tegal.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, banjir dan tanah longsor terus meluas.

Tanah longsor di Jalan Leuwi Hieum, Kampung Cigedang, Desa Kawitan, Kecamat-an Salopa, Sabtu (17/9) dini hari, hingga kini belum teratasi.

Untuk membuka jalur yang terisolasi akan dikerahkan tentara.

Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Kurniawan mengatakan pihaknya akan melakukan prog-ram Tentara Manunggal Masuk Desa (TTMD) di Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas.

"TTMD tersebut untuk membuat jalur alternatif mulai dari Keca-matan Manonjaya, Gunungtanjung, menuju Kecamatan Salopa," kata Kurniawan, kemarin

Di Ciamis, dua rumah di Dusun Bulaksitu RT 04/RW 06, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, tertimbun longsoran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Jalan putus

Di Jawa Tengah, hujan yang mengguyur beberapa hari ini membuat jalan antarkecamatan, yakni Kecamatan Sirampog dengan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, terputus akibat tanah longsor.

Tepatnya di Desa Kalikola, Kecamatan Sirampog, sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter.

Kepala Desa Kaliloka, Nanang Khakim, menyebut untuk sementara jalan ditutup karena tidak bisa dilalui kendaraan.

"Anak-anak yang akan berangkat sekolah harus memutar dengan jarak tiga kali lipat seperti biasanya," kata Nanang.

Di Cilacap, meluapnya Sungai Citanduy membuat BPBD setempat meminta bantuan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy agar memasok 5.000 karung pasir untuk menutup tanggul sungai yang jebol.

Pada bagian lain, hujan lebat masih terjadi di Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara hingga tiga hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir tersebut.

Seperti di Cilacap, hujan ekstrem telah terjadi pada 16 September lalu yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di Cilacap.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan hujan deras diprediksi terjadi mulai September hingga Januari 2017.

Hujan ekstrem pun berpotensi terjadi.

Demikian juga di Lembata, Nusa Tenggara Timur, hujan mulai mengguyur.

(LD/JI/PT/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya