Gelombang Laut Tinggi Nelayan Istirahat

MY/AU/N-3
20/9/2016 04:31
Gelombang Laut Tinggi Nelayan Istirahat
(ANTARA/Fanny Octavianus)

RATUSAN nelayan yang tersebar di wilayah Bengkulu berhenti melaut karena gelombang tinggi.

Gelombang tinggi di Samudra Hindia yang mencapai 4 meter membahayakan kapal nelayan dan kapal penyeberangan menuju Pulau Enggano.

Hamdani, 38, nelayan asal Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, mengatakan gelombang laut yang terjadi dua hari terakhir mencapai 4 meter.

Ia pun memilih tidak melaut karena hal itu membahayakan keselamatan nelayan.

"Sekarang ini kami tidak mencari ikan karena gelombang tinggi mencapai 4 hingga 5 meter. Imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), itu berbahaya bagi keselamatan nelayan," kata Hamdani, kemarin.

Para nelayan sudah dua hari memarkirkan kapal mereka di pinggir pantai.

Mereka memilih melakukan aktivitas memperbaiki jaring, alat tangkap ikan, dan kapal jika ada kebocoran.

BMKG Bengkulu telah me-ngeluarkan peringatan akan terjadi badai dalam pekan ini sehingga memicu terjadinya gelombang laut tinggi.

Kapal penyeberangan menuju ke Pulau Enggano untuk sementara tidak beroperasi.

Dari Yogyakarta, Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan agar wisatawan yang berkunjung ke pantai Selatan Yogyakarta tidak mandi di laut.

Saat ini kondisi gelombang laut di sana cukup tinggi dan membahayakan wisatawan yang sedang mandi di laut.

"Kondisi pantai selatan Yog-yakarta mulai September ini sangat ekstrem. Gelombang laut tidak bisa ditebak. Dari tenang bisa berubah menjadi kencang secara mendadak," kata Direktur Ditpolair Polda DIY Kombes Endang Karnadi.

Ketinggian gelombang laut akibat cuaca ekstrem bisa mencapai 5 meter.

Akibat gelombang tinggi, sejumlah rumah makan seperti yang berada di tepi Pantai Depok, Bantul, rusak diterjang gelombang pasang.

"Deburan gelombang bisa mencapai daratan, bahkan telah menyebabkan kerusakan di Pantai Depok," ujarnya.

Pantai-pantai yang masuk kategori rawan palung dan memiliki ombak cukup ganas antara lain Pantai Parangtritis, Wediombo, Baron, dan Pulang Syawal (Indrayanti).

Pantai-pantai tersebut merupakan objek wisata idola para wisatawan.

Meski sudah ada peringatan, masih ditemukan wisatawan yang nekat berenang di laut dan mengabaikan larangan berenang di laut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya