Asap Mulai Ganggu Penerbangan di Palembang

Bhm/RK/X-5
28/8/2015 00:00
Asap Mulai Ganggu Penerbangan di Palembang
Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8).(ANTARA/Nova Wahyudi)

ASAP kebakaran lahan dan hutan di Sumatra hingga saat ini belum terkendali. Bahkan, kemarin, asap mulai mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II di Palembang, Sumatra Selatan. Sedikitnya, hingga pukul 08.30 WIB, ada enam pesawat mengalami gangguan penerbangan.

Tiga pesawat urung mendarat, sedangkan tiga lainnya terpaksa tertunda penerbangannya karena jarak pandang pada landasan hanya 400 meter. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu keberangkatan.

"Pagi hari ini (kemarin), tiga penerbangan kembali ke home base masing-masing, dan tiga lainnya tertunda keberangkatannya: 2 ke Jakarta dan 1 ke Pangkalpinang," ungkap GM Angkasa Pura II Iskandar Hamid.

Iskandar menjelaskan di antara pesawat yang gagal mendarat adalah Garuda sehingga kembali ke Jakarta. Selain itu, pesawat Ekspress Air dari Bandung mengalihkan pendaratan ke Jakarta. Yang tertunda keberangkatannya ialah Nam Air dengan tujuan Pangkalpinang.

Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin memohon maaf wilayahnya masih dilanda kabut asap. Menurutnya, Kabupaten Ogan Ilir merupakan penyumbang asap terbesar.

"Saya sudah meminta bupati/wali kota di Sumsel untuk terus bekerja nyata menangani kebakaran hutan dan lahan di daerah mereka masing-masing," kata Alex.

Kepala BPBD Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin merupakan kawasan asap.

"Kita sudah melakukan segala upaya menanggulanginya, modifikasi cuaca, water bombing, dan berdoa agar turun hujan," paparnya.

Pada bagian lain, Pemerintah Kabupaten Siak, Riau, secara mendadak meliburkan seluruh sekolah terhitung mulai Kamis hingga Sabtu (27-29/8). Hal itu akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan di Jambi dan Sumatra Selatan.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdeteksi 178 titik kebakaran yang tersebar di Sumsel, Jambi, Babel, Lampung, Sumbar, Bengkulu, Riau, dan Aceh.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya