Dua Tahun Gubernur Ganjar Cari Solusi ala Warung Kopi

MI/Haryanto
27/8/2015 00:00
Dua Tahun Gubernur Ganjar Cari Solusi ala Warung Kopi
(MI/Haryanto)
APRIL lalu, Ganjar Pranowo berkunjung ke kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah. Usai menghadiri temu teknis tenaga harian lepas, Gubernur Jawa Tengah itu tidak langsung pulang. Ia menyempatkan diri mengunjungi kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS. Ditemani Rektor UNS Prof Ravik Karsidi, Ganjar menyapa mahasiswa yang berada di lokasi itu. "Gek podo ngopo? Wis mangan rung, ayo mangan bareng aku (Lagi pada apa? Sudah makan belum? Ayo makan bareng saya)," sapanya.

Tak lama Ganjar dan mahasiswa terlibat obrolan tentang banyak hal. Dari isu politik nasional, pertanian, infrastruktur jalan di Jateng, hingga pro-kontra semen Rembang. Dialog terasa gayeng karena tidak ada moderator sehingga mahasiswa bisa langsung menyanggah atau menginterupsi perkataan Gubernur kelahiran Karanganyar itu. Bahkan tak jarang terjadi perdebatan. Aktivitas kantin tetap berjalan. Penjual melayani seperti biasa dan para mahasiswa mengikuti debat sambil menikmati makan siang. Dialog spontan itu oleh sang Gubernur dilembagakan dengan istilah 'Ngopi Bareng Ganjar'.

Sebuah ruang yang dibuka untuk semua kalangan yang ingin menyampaikan pendapat, keluhan, kritikan, dan berdiskusi dengan gubernur. Ganjar melakukannya di sela-sela roadshow yang rutin ia jalankan setiap pekan. "Setiap Rabu-Kamis saya mengosongkan jadwal untuk keliling Jateng. Setiap ada kesempatan untuk bisa bertemu mahasiswa atau komunitas profesi apa pun, ya saya sempatkan duduk sejenak, ngopi dan ngobrol apa saja," katanya. Obrolan serupa pernah Ganjar lakukan ketika melewati persawahan. Ia turun dari mobil lalu menemui beberapa petani yang sedang istirahat di pinggir kali.

Ia juga pernah secara spontan mengajak ngobrol para pedagang pasar yang sedang memajang barang dagangan dan nelayan sedang menimbang ikan. Di Purwokerto, Sabtu (22/8) lalu, seusai menghadiri Pesta Rakyat di GOR Satria, ia menuju Kantor Badan Koordinasi Wilayah. Dalam perjalanan, ia minta berhenti untuk mampir ke angkringan di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Awalnya, spontanitas itu membuat petugas protokoler, ajudan, dan polisi pengawal kelimpungan. Namun, lama-kelamaan mereka terbiasa, bahkan ikut ngopi, makan gorengan, dan terbahak-bahak mendengarkan celoteh jujur warga.

Tanpa sekat

Diplomasi kopi ini sebenarnya sudah dilakukan, Ganjar sejak awal menjabat gubernur. Namun, saat itu konsepnya masih mentah dan tidak begitu menarik. Ngopi hanya dilakukan di dalam studio mini yang terletak di dalam kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara yang disiarkan langsung oleh TVRI itu mengambil bermacam tema dan mengundang perwakilan komunitas warga. Merasa dialog itu terlalu kaku, Ganjar meminta program diubah. Ia ingin berdialog dengan rakyat langsung, dalam suasana yang akrab dan tanpa sekat.

'Ngopi Bareng' menjadikan rakyat Jateng mudah bertemu Gubernur tanpa dipusingkan birokrasi. Bermacam persoalan dikupas secara mendalam pada beberapa episode 'Ngopi Bareng Ganjar'. Sebagian besar acara dikemas dalam perbincangan langsung tanpa moderator. Sering kali Ganjar duduk sendiri lesehan tanpa didampingi pejabat satuan kerja perangkat daerah.

Mirip rapat RT.
Pada 'Ngopi Bareng Ganjar' 1 Mei di Magelang, acara didahului dengan jalan sehat bersama buruh. Jika biasanya buruh berdemonstrasi pada May Day, kali ini mereka turun ke jalan bersama gubernur. Jalan sehat mengitari kompleks Candi Borobudur sejauh 6 kilometer itu diikuti lebih dari lima ribu buruh. 'Ngopi Bareng' kemudian dilaksanakan di Museum Karma Wibangga yang berada di dalam kompleks Candi Borobudur. Nyeruput kopi di joglo museum yang menyimpan dokumentasi proyek pemugaran besar-besaran Borobudur pada 1975-1982 berjalan akrab. Sepekan kemudian, Ganjar ngopi bareng pengawas jalan.

Enam puluh empat pengawas jalan curhat blak-blak'an tentang pekerjaannya. Pada akhirnya 'Ngopi Bareng Ganjar' berhasil melengkapi ruang interaksi gubernur dengan warga, yang sudah dibangun sejak Ganjar memimpin Jawa Tengah pada Agustus 2013. Sebelumnya, Ganjar berdialog dengan pelajar SMP dan SMA melalui Gubernur Mengajar, menerima keluhan warga twitterland di akun @ganjarpranowo, dan menghimpun pengaduan di website laporgub.jatengprov.go.id. Terbaru ada layanan pengaduan melalui SMS ke nomor 08112920200. Media pun menangkap keakraban Gubernur dan warga melalui berbagai program. Hampir semua media cetak di Jateng mempunyai ruang tanya jawab gubernur-warga, dan dua radio swasta meluncurkan program Gubernur di Radio dan Mas Ganjar Menyapa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya