Merehab Gelandangan di Bekas Terminal

Kristiadi
26/8/2015 00:00
Merehab Gelandangan di Bekas Terminal
(MI/Kristiadi)
SELAIN rehabilitasi pecandu narkoba, di Tasikmalaya juga ada tempat penyembuhan dan pengembalian para gelandangan, anak jalanan, dan orang dengan gangguan kejiwaan ke keluarga.

Yayasan Matahari Hati merupakan yayasan yang fokus terhadap nasib gelandangan itu. Yayasan Matahari Hati itu sebelumnya bernama Yayasan Keris Nangtung yang terbentuk pada 14 November 2008.

Dadang 'Orgil' Heryadi bersama istrinya Ai Siti Jainab dan putri pertamanya, Widia Septianingrum, 19 merupakan pengelola Yayasan Matahari Hati yang bermarkas di bekas Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Awal mula Dadang dan timnya tergerak menolong para gelandangan ialah saat mereka melihat seorang gelandangan sedang mengais sampah untuk mencari makan.
Ia kemudian terkenang masa mudanya. Ia dikenal sebagai pemuda nakal senang mabuk dan tenggelam dalam dunia hitam.

"Kalau saya tidak berhenti mabuk, mungkin sekarang pun saya sudah gila. Kejadian itu menginspirasi saya untuk membantu para gelandangan agar bisa menjalani kehidupan normal," ungkapnya.

Dadang yang dulunya pernah bekerja sebagai pegawai PLN selama setahun pada 2007 akhirnya memantapkan hati untuk menangani gelandangan dan orang dengan gangguan kejiwaan yang selama ini tidak diurus keluarga.

"Selama menjalankan misi kemanusiaan, banyak hambatan saat akan memulainya. Selain ditentang keluarga, juga mencari donatur tidak mudah," ujarnya.

Namun, perjuangan yang gigih dengan menampung para anak jalanan, gelandangan, dan orang dengan gangguan kejiwaan di bekas terminal akhirnya menuai hasil positif.

Dia bersama istri, anaknya, dan relawan, yang membantu bertugas memandikan para gelandangan yang sudah terganggu ingatannya, memberikan pakaian dan makanan. Sementara itu, anak jalanan diupayakan dikembalikan ke orangtua mereka.

Bekas terminal yang menyisakan sejumlah bangunan agak kumuh disulap sebagai tempat penampungan. Ada 22 kamar di lokasi penampungan dengan daya tampung berbeda. Ada kamar berisikan 8 hingga 10 pasien. Namun, ada yang lebih dari itu, sekitar 15 hingga 25 orang.

Rehabilitasi gelandangan di bekas terminal tersebut mulai dikenal masyarakat luas. Termasuk Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang pernah menitipkan 52 orang dengan gangguan kejiwaan ke Yayasan Matahari Hati. Demikian juga Bupati Sukabumi, Wijaya Kusumah, juga membawa 42 pasien serupa.

Berkat kegigihan para pengurus, yayasan tersebut akhirnya mulai banyak mendapatkan bantuan, mulai beras, pakaian, lauk-pauk, hingga sayuran.

Pasien yang sudah direhab dan dinyatakan sembuh akhirnya dikembalikan lagi ke keluarganya. Karena banyak warga yang percaya terhadap upaya yang dilakukan Yayasan Matahari Hati itu, Dadang bertekad membangun tempat itu lebih luas lagi dan tidak lagi menggunakan bekas terminal. Pada tahun ini, Yayasan Rehabilitasi Matahari Hati membangun tempat rehabilitasi di Kampung Cihideung 1, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Ia berharap gedung baru itu akan diresmikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa atau Presiden Joko Widodo.
(AD/N-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya