Pembangunan Jembatan Layang di Bandar Lampung beberapa waktu lalu(Antara/Kristian Ali)
MEMASUKI usia ke-333 tahun, Kota Bandar Lampung harus lebih baik daripada empat kabupaten/kota lainnya di wilayah Provinsi Lampung. Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menjelaskan Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi menjadi cermin wajah Provinsi Lampung.
''Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan tidak kalah saing dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Apalagi sebagai ibu kota provinsi yang letaknya di ujung selatan Pulau Sumatra, setiap harinya jutaan kendaraan melintasi Kota Bandar Lampung,'' ujar Herman, kemarin.
Kondisi itu membuat Herman HN bertindak cepat dengan membangun jembatan layang di tiga titik pada 2013, yakni jembatan layang yang menghubungkan Jalan Sultan Agung-Jalan Ryacudu Sukarame, jembatan layang Jalan Pangeran Antasari-Pangeran Tirtayasa Sukabumi, dan jembatan layang Jalan Gajah Mada-Jalan Ir Juanda Tanjungkarang Timur.
Pembangunan tiga jembatan layang tersebut menghabiskan anggaran Rp133 miliar murni dari APBD Kota Bandar Lampung, tanpa ada bantuan dana dari pemerintah pusat ataupun provinsi.
Tahun ini, Pemkot Bandar Lampung membangun jembatan layang yang menghubungkan Jalan Ki Maja-Jalan Ratu Dibalau Tanjungsenang, dengan biaya sekitar Rp35 miliar dari APBD Kota Bandar Lampung 2015.
Jembatan layang sepanjang 300 meter itu diharapkan mampu meminimalkan kemacetan yang kerap terjadi di wilayah itu. Selain membangun jembatan layang, Herman HN rutin memperbaiki ruas jalan yang rusak. Tidak kurang 500 ruas jalan telah diperbaiki serta volume jalan ditambah.
Pembangunan infrastruktur Kota Bandar Lampung membuat investor tertarik menanamkan modal ke daerah itu. Pendapatan asli daerah Bandar Lampung di awal pemerintahan Herman HN pada 2010 hanya Rp84 miliar dan pada tahun ini sudah mencapai Rp565 miliar. Bertambahnya PAD disebabkan investor tertarik pada pembangunan Kota Bandar Lampung. (NV/N-4)