Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BURUKNYA kualitas pekerjaan jalan hotmix di dalam Kota Lewoleba dan tiga proyek multiyears yang sedang dikerjakan di Lembata disebabkan kontraktor pelaksana tidak bekerja berdasarkan kontrak yang disepakati.
Dalam evaluasi pelaksanaan proyek tahun anggaran 2016, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata Silver Wungubelen meminta kontraktor pelaksana dan konsultan teknis proyek mengerjakan sisa proyek berdasarkan kontrak yang ditandatangani.
Silvester Wungubelen kepada Media Indonesia, Selasa (13/9), mengatakan dari hasil pengawasan DPRD dan pantauan langsung ke tiga proyek jalan dengan pola multiyears di dalam Kota Lewoleba dan di luar kota, pihaknya menyimpulkan rata-rata kontraktor bekerja di luar kontrak yang disepakati.
"Pekerjaan hotmix segmen Perlimaan Wangatoa menuju Kantor Bupati Lembata, kondisi persambungan jalan kasar dan permukaan jalan bergelombang, bahkan sudah ada lobang di puluhan titik. Saya sudah perintahkan kontraktor dan tim teknis proyek mengerjakan ulang proyek tersebut. Proyek itu APBD II senilai Rp20 miliar dikerjakan oleh PT Trans Lembata," ujar Kadis PU.
Tidak hanya itu, kualitas proyek jalan dengan sistim multiyears, Lapen 6 km, segmen Baopukang-Mingar yang dikerjakan PT Jerry Karya dengan dirutnya Ako Edi juga dikerjakan asal jadi.
Menurut Kadis PU yang meninjau langsung proyek jalan itu, proyek pengerjaan jalan itu akan menimbulkan genangan banjir sebab talud jalan lebih tinggi dari badan jalan.
PT Jerry karya juga dikabarkan menggunakan material lokal pilihan untuk hamparan dan langsung dilapen, tanpa menggunakan batu pecah, sehingga kualitasnya mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Pekerjaaan Umum pun memanggil kontraktor pelaksana dan konsultan teknis proyek bernilai Rp20 miliar itu.
"Saya tegaskan, patuhi kontrak dan kerjakan proyek ini bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi demi kita masyarakat Lembata. Jangan abaikan kontrak karena akan bermasalah baik secara teknis maupun secara hukum," tegas Kadis PU.
Proyek-proyek bermasalah itupun disepakati untuk dikerjakan ulang, terutama pada titik yang secara teknis menyalahi kontrak. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved