Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMANAN laut perbatasan, khususnya Kepulauan Riau (Kepri), semakin terkoordinasi lewat kerja sama operasi dengan negeri jiran Malaysia.
"Hasil kerja sama itu sudah kami rasakan. Tidak sedikit tangkapan pada Operasi Gerhana merupakan hasil tukar-menukar informasi sesama pihak kepabeanan," kata Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Bea dan Cukai Khusus Kepri R Evy Suhartantyo di Batam, kemarin.
Di Johor, Malaysia, Bea Cukai Indonesia dan pihak Kastam Diraja Malaysia pada Rabu (7/9) meresmikan operasi laut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) 22.
Berbeda dengan kerja sama sebelumnya, pada tahun ini Patkor Kastima dilaksanakan dua kali, yakni Patkor Kastima 22A pada 7- 21 September dan Patkor Kastima 22B pada November.
Menurut Evy, Kanwil Bea dan Cukai Khusus Kepri dapat memberikan respons cepat jika mendapat informasi dari Kastam Malaysia bila ada kapal penyelundup yang lolos dari sergapan Kastam Malaysia. Begitu pula sebaliknya.
"Kasus seperti ini sering terjadi. Hasilnya pun tidak sia-sia."
Sepanjang 2012 hingga 2015, operasi Patkor Kastima berhasil menindak 32 kasus penyelundupan bahan makanan pokok, barang elektronik, ballpress, barang campuran (elektronik, kendaraan bermotor, dan kosmetik), ammonium nitrat, ekspor timah, kayu, hasil laut, serta narkotika dan psikotropika.
Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Khusus Kepri Parjiya mengatakan hasil operasi yang dilakukan akan ditindaklanjuti di antaranya dengan menyampaikan informasi kepada instansi terkait untuk memperbaiki pola distribusi dan suplai kebutuhan yang diperlukan masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat ketergantungan terhadap barang impor yang tinggi.
Pada Patkor Kastima 22, Bea Cukai menurunkan 2 kapal cepat, 5 fast patrol boat 28 meter, dan 1 fast patrol boat 60 meter.
Sementara itu, armada Kastam Malaysia menerjunkan 4 kapal perantas dan 6 kapal penumpas.
Seluruh armada itu disebar di perairan perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved