TIM Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Papua kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Pegunungan Bintang, Papua. Dengan tambahan itu, sampai kemarin, tim sudah bisa mengenali 15 jenazah dari total 54 korban.
"Untuk jenazah lain, kami akan berusaha melakukan identifikasi ulang secara lebih spesifik dengan memanggil pihak keluarga untuk melakukan tes DNA," papar Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Papua Kombes Ramon Amiman, di Jayapura, kemarin.
Sementara itu, ketiga jenazah yang bisa dikenali ialah Obed Trukna, kepala Kampung Tapasik, Kabupaten Yahukimo, Yusran, pekerja swasta warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dan Amran, warga Oksibil, Pegunungan Bintang.
Dari 37 jenazah yang belum teridentifikasi, menurut Ramon, pihaknya memperkirakan hanya bisa mengenali tujuh jenazah lewat cara pendalaman, dengan meneliti ciri-ciri fisik korban. Sisanya dipastikan harus melalui tes DNA di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Ramon mengungkapkan pihaknya sudah mengirimkan 14 sampel DNA korban pesawat Trigana Air yang dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk diidentifikasi. Untuk melengkapinya, juga disertakan 39 sampel DNA keluarga korban.
"Proses identifikasi jasad korban pesawat Trigana Air lebih sulit ketimbang peristiwa kecelakaan pesawat lain. Kondisi korban sudah terbakar sehingga untuk proses pemeriksaan DNA, kami terkenala karena harus ada sel hidup pada tubuh korban," jelasnya.
Ia pun meminta maaf kepada keluarga korban karena ada kemungkinan tidak semua korban bisa dikenali.
Masih di Jayapura, para pelajar perwakilan dari seluruh SD, SMP, dan SMA menggelar doa bersama untuk para korban jatuhnya pesawat Trigana Air. Suasana haru menyelimuti acara yang berlangsung di lapangan SMP Negeri 5 Jayapura Selatan itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa menuturkan, doa bersama ialah upaya pihaknya menanamkan sikap peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar.
Pesawat Trigana Air jenis ATR 42 jatuh dan hilang dalam perjalanan dari Jayapura ke Oksibil, Minggu (16/8). Sebanyak 49 penumpang dan 5 kru menjadi korban. (MC/N-3)